oleh

Oknum Dosen IPB, Perancang Rusuh, Perakit Bom dan Penyandang Dana di Aksi 212

Polda Metro Jaya menahan dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basit (AB). Penahanan AB terkait statusnya sebagai tersangka pemasok bom molotov untuk aksi mujahid 212.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan penahanan AB dan enam tersangka lainnya. Ketujuh tersangka ditahan di rutan Mapolda Metro Jaya.

“Benar ditahan,” katanya saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (1/10).

AB dijerat sejumlah pasal, salah satunya Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas tindak pidana membuat, menguasai, membawa, menyimpan, mengangkut, menyerahkan dan atau berusaha menyerahkan bahan peledak. Ia juga dijerat dengan Pasal 169 KUHP 169. Penerapan pasal itu sesuai dengan perbuatan masing-masing.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, penerapan pasal terhadap tersangka bervariasi, dilihat dari peran setiap tersangka. AB sendiri berperan sebagai pemasok bom molotov untuk aksi Mujahid 212 pada Sabtu 29 September 2019 lalu.

AB disebut sebagai penyimpan 28 bom molotov untuk mengacaukan Aksi Mujahid 212. Saat ini, AB dinonaktifkan sementara sebagai dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB. Ia juga terancam dipecat sebagai PNS, jika terbukti bersalah.

Polisi terus mendalami keterangan dari dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) berinisial AB, tersangka pemasok bom molotov untuk aksi mujahid 212. Fakta baru pun terungkap, selain pemasok, AB juga seorang donatur. Dia mengalirkan dana ke sejumlah orang yang direkrut. AB sendiri telah merekrut pelaku lain berinisial S alias Laode, untuk memproduksi bom molotov. Selain itu, pelaku lain juga direkrut berinisial OS dengan tugas mencari dana untuk eksekutor di lapangan.

“Contohnya, S alias Laode didatangkan langsung dari Ambon. Dan dibiayain langsung oleh AB untuk datang ke Jakarta,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Rabu (2/10/2019).

Dedi juga menyebut jenis bom yang disita. Ternyata bukan hanya bom molotov. Pihaknya juga menemukan bom ikan dengan daya ledak hebat.

“Bom ikan ini ada paku di dalamnya. Jadi kalau meledak terus kena manusia bisa fatal. Kalau sasarannya properti atau fasilitas publik bisa merusak,” ujar dia.

Hingga kini, AB masih diperiksa di Polda Metro Jaya. Sejauh ini, diketahui motifnya ingin menggagalkan pelantikan DPR/MPR dan Presiden.

“ini masih berproses. Dalam setiap demo buntutnya kerusuhan. Buntunya impact turunannya mengganggu pelantikan DPR/MPR kemarin. Kalau tidak dilakukan penegakan hukum dia (AB) akan mengulangi perbuatannya dengan melempar bom jatuh korban baik aparat maupun masyarakat,” tutup dia. (Merdeka/Kumparan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed