oleh

Nelson Mandela: Amerika Serikat Kejam Tiada Tara

34MandelaSatu Islam,Jakarta –  Setelah wafatnya, banyak orang mengenang sosok Nelson Mandela sebagai pejuangan kemanusiaan yang luar biasa. Yang banyak dikenang orang adalah perjuangannya untuk menegakkan keadilan sosial, yang kerap membuat Mandela menentang kebijakan Amerika Serikat.

Yang membedakan dengan banyak tokoh lain, Mandela bersedia bukan sekadar berteriak mengemukakan pandangannya, namun juga ikut beraksi melawan ketidakadilan dan bahkan mendukung berbagai upaya yang sama walaupun memicu kontroversi.

Berikut lima pernyataan keras Mandela kepada Amerika Serikat.

1. Menentang Perang Irak

Pada tahun 2003, dua bulan sebelum Amerika Serikat menginvasi Irak, Mandela mengatakan, aksi militer apa pun melawan rezim Saddam Hussein tanpa persetujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah aksi ilegal. Mandela juga mengecam tindakan George Bush yang meremehkan Perserikatan Bangsa-Bangsa

Seperti dikutif Huffington Post, Mandela mengatakan,”Ini merupakan suatu tragedi, apa yang sedang terjadi ini, apa yang Bush lakukan. Tapi, Bush sekarang meremehkan PBB. Jika ada suatu negara yang kejam tiada tara, itu adalah Amerika Serikat. Mereka tak peduli manusia. Mereka adalah pihak yang berlagak sebagai polisi dunia, yang menentukan apa yang yang harus diputuskan bangsa Irak terhadap pemerintah dan kepemimpinan mereka.”

2. Menyebut Bush sebagai Manusia Kerdil

Masih terkait dengan penentangan terhadap invasi Amerika Serikat ke Irak, Mandela mencemooh Bush. “Yang saya kutuk adalah satu kekuatan, dengan presiden yang tidak memiliki pandangan jauh ke depan, yang tidak bisa berpikir dengan benar, sekarang ingin menjerumuskan dunia ke dalam suatu holocaust. Mengapa Amerika Serikat bertindak begitu arogan? Semua yang Amerika Serikat inginkan adalah minyak Irak.

3. Mengecam Amerika Serikat sebagai Ancaman Serus bagi Perdamaian Dunia

Pada awalnya, Mandela mendukung perang di Afghanistan. Namun, sikap Mandela kemudian berubah menjadi mengecam Amerika Serikat karena sepak-terjang tentara negara itu di sana.

“Amerika Serikat telah membuat kesalahan sangat serius dalam pelaksanaan politik luar negerinya, yang memiliki efek negatif sangat lama setelah suatu keputusan mereka buat. Jika Anda melihat hal-hal itu, Anda akan sampai pada kesimpulan bahwa sikap Amerika Serikat merupakan ancaman bagi perdamaian dunia.”

4. Mengungkapkan Kemunafikan Amerika Serikat dan Israel 

Dalam wawancara dengan majalah Newsweek tahun 2002, Mandela mengecam sikap munafik Amerika Serikat terhadap Israel.

“Baik Bush maupun Tony Blair telah memberikan bukti bahwa senjata itu ada [di Irak]. Tapi, kita tahu, Israel juga punya senjata pemusnah massal. Tak seorang pun bicara soal Israel ini. Mengapa harus ada dua standar berbeda untuk dua negara, khususnya karena yang satu adalah negara kaum hitam dan satunya lagi adalah Israel, negara kaum putih.

Mandela juga mengutuk Israel dan para pendukungnya atas sikap mereka terhadap bangsa Palestina.

“Israel harus harus menarik diri dari semua area yang direbut dari orang-orang Arab pada tahun 1967. Lebih khusus, Israel harus menarik sepenuynya kekuatan mereka dari Dataran Tinggi Golan, dari Lebanon Selatan, dan dari Tepi Barat,” tuturnya.

5. Menolak Tindakan Amerika Serikat ke Kuba

Pada tahun 1991, Mandela memuji Fidel Castro dan penempaan dirinya lewat persahabatan yang panjang dengan pemimpin Revolusi Kuba.

“Sejak awal, Revolusi Kuba juga menjadi sumber inspirasi bagi semua orang yang mencintai kemerdekaan. Kami mengagumi pengorbanan rakyat Kuba mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan mereka dalam menghadapi kampanye paduan suara imperialis nan jahat untuk menghancurkan manfaat mengesankan dari Revolusi Kuba…. Hidup Revolusi Kuba! Hidup Kamerad Fidel Castro!” kata Mandela.

Nama Nelson Mandela memang masuk dalam daftar teroris yang dibuat Amerika Serikat. Baru pada tahun 2008, nama Mandela dihapus dari daftar tersebut.

 

Sumber : Asatunews

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed