oleh

Negara Koalisi Pimpinan Saudi Bentuk Tentara Bersama

_71000_A2
Ilustrasi tentara Arab

Satu Islam, Kairo – Pemimpin militer dari negara-negar koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang menyerang Yaman akan bertemu pekan ini di Kairo, Mesir untuk membahas pembentukan pasukan militer bersama ((tentara Arab red). Tentara Arab ini direncanakan Anggotanya dari negara-negara yang kini berkoalisi menyerang Yaman. Tujuan dibentukanya pasukan bersama itu untuk melawan ancaman ekstremis yang sedang tumbuh di kawasan itu, kata salah seorang pejabat Liga Arab hari Minggu 19 April 2015.

Setelah para pemimpin Liga Arab setuju untuk membuat koalisi militer menyerang Yaman pada pertemuan puncak bulan Maret lalu di Mesir , pemimpin militer dari negara-negara anggota akan mengadakan pembicaraan pada hari Rabu tentang rincian bagaimana kekuatan, peran dan pembiayaan akan dibuat.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mendorong terciptanya kekuatan tersebut setelah Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kelompok Takfiri mengeksekusi sekelompok orang Kristen Koptik Mesir di Libya pada bulan Februari lalu yang mendorong Mesir melakukan serangan udara balasan.

Rencana Mesir selanjutnya mendapatkan momentum untuk lebih lanjut mengumumkan kesiapan untuk bergabung dalam kampanye serangan militer AS-Saudi di Yaman, bersama dengan beberapa sekutu Negara arab.

Koalisi 10 negara, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan didukung secara finansial dan militer oleh Amerika Serikat meluncurkan serangan militer yang luas dan mematikan di Yaman, menewaskan lebih ratusan warga sipil dalam serangannya, melukai puluhan warga sipil dan menyebabkan begitu banyak kerusakan di seluruh negara Yaman.

Media media telah melaporkan bahwa Arab Saudi telah menurunkan “100 jet tempur, 150.000 tentara dan angkatan laut beserta unit lain” untuk kampanye serangan militer terhadap Yaman. Dan juga mengirimkan 5000 teroris Takfiri ISIS untuk melawan tentara Yaman.

Militer Nasional – didukung oleh Komite Rakyat  telah meluncurkan kampanye besar-besaran di daerah serangan dan berhasil mengusir al-Qaeda dan teroris ISIS dari daerah Aden dan Sanaa.

Presiden AS Barack Obama secara resmi menyediakan dukungan logistik dan intelijen untuk operasi militer di Yaman, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Bernadette Meehan mengatakannya pada tanggal 25 Maret 2015

Kerajaan Arab Saudi dijadikan tempat pelatihan dan pendanaan kelompok Takfiri yang akan mengirim mereka ke zona konflik di dunia Arab dan Muslim, termasuk Suriah, Afghanistan dan sekarang di Yaman.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed