oleh

Nasrullah Tuding Saudi Dalang Bom Kedubes Iran

2012091847Satu islam, Beirut – Meski Brigade Abdullah Azzam, organisasi yang berafiliasi kepada al Qaeda menyatakan bertangggungjawab atas serangan bom terhadap Kedutaan Besar Iran di Beirut yang menewaskan 25 orang bulan lalu namun Sekjen Hizbullah Sayyid Hasan Nasrullah menuding Saudi sebagai aktor intelektualnya.

” saya yakinkan bahwa organisasi ini terkait dengan dinas intelijen Saudi yang mengarahkan grup-grup seperti ini di beberapa bagian dunia,” tuduh Nasrullah kepada televisi Lebanon, OTV Rabu, 3 Desember 2013

Serangan bom 18 November ke Kedubes Iran itu terjadi menyusul ofensif besar-besaran pemerintah Suriah ke beberapa front penting dalam perang Suriah yang brutal, di antaranya Damaskus dan Aleppo dimana Hizbullah dan Iran pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, sedangkan Arab Saudi mendukung pemberontak Suriah.

Meski sehari setelah serangan bom ke Kedubes Iran itu, Saudi mengutuk aksi itu sebagai tindakan pengecut dan teroris namun Nasrallah menganggap pemboman Kedubes Iran yang berada di basis Hisbullah di selatan Beirut itu ada kaitannya dengan kemarahan Saudi terhadap Iran menyangkut kegagalannya di Suriah.

“Saudi Arabia membuat Iran harus menanggung konsekuensi dari kegagalan rencananya di kawasan itu,” kata Nasrallah.

“Ketika Teheran bertahun-tahuan berupaya membuka pintu (negosiasi) dengan Arab Saudi, pihak lain yang malah menutup semua pintu dan jendela adalah Arab Saudi,” kata Nasrallah. “Masalahnya adalah Arab Saudi sejak awal menganggap Iran sebagai musuh.”

“Arab Saudi ingin menjadi pemimpin dunia Arab dan muslim, dan menolak setiap sekutu atau penyandingnya. Saudi ingin semua pemerintahan di dunia Arab dan muslim mengikuti perintahnya.”

Nasrallah mengatakan kesepakatan nuklir antara Iran dengan kelompok negara besar P5+1 telah menunda ambisi Saudi menyerang Iran, kendati kesepakatan itu hanya sementara.

Di dalam kesepakatan sementara yang ditandatangani pada 24 November bersama Amerika Serikat, Prancis, Inggris, China dan Jerman, Iran setuju membatasi pengayaan uranium dengan kompensasi pengurangan sanksi PBB dan Barat.

Meski pemerintah Saudi dengan hati-hati menyebut “jika Iran memang beritikad baik” dan  sebagai langkah pertama menuju solusi komprehensif untuk program nuklir Iran  namun bagi Saudi hal tersebut mengecewakan, belakangan Riyadh meminta keterangan Washington maka Presiden Amerika serikat (AS), Barack Obama, menelepon Raja Saudi, Abdullah, Rabu 27 November 2013 malam membicarakan perkembangan hasil kesepakatan Jenewa.

Menyikapi apa yang terjadi di Suriah, Nasrullah mengakui bahwa Hizbullah memang ikut berperang di Suriah untuk melindungi Lebanon dari meluasnya konflik dan membendung teroris memasuki Lebanon.

“Apabila Suriah jatuh ke tangan pemberontak, bagaimana masa depan Lebanon nanti?” tanya Nasrallah.  “Kami pergi ke Suriah untuk melindungi semua yang ada di Lebanon.”

 

Sumber : Antara

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed