Home / Nasional / Walikota Yogya Tak Dapat Jatah Mobil Baru

Walikota Yogya Tak Dapat Jatah Mobil Baru

haryadi-suyuti_1206
Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti (kiri) dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Imam Priyono saat menemui wartawan usai peringatan HUT ke-67 Kota Yogyakarta, Kamis 12 Juni 2014. – Foto : Tribunjogja

Satu Islam, Yogyakarta – Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, dipastikan tidak akan mendapatkan jatah mobil dinas tahun ini. Begitupun dengan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Imam Priyono, juga tidak mendapatkan jatah mobil dinas tahun ini. Peremajaan kendaraan untuk para pejabat Pemkot Yogyakarta hanya untuk kepala dinas.

Menurut Kepala Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD) Kota Yogyakarta Hari Setyowacono, kendaraan dinas yang saat ini dipakai Wali Kota serta Wakil Wali Kota Yogya relatif masih baru, sehingga belum perlu dilakukan pergantian.

“Tidak ada penggantian mobil dinas untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Mereka tetap pakai mobil yang lama,” kata Hari, Senin 12 Januari 2015.

Sehari-hari Wali Kota Yogya Haryadi Suyuti biasa mengendarai Toyota Hilux Double Cabin, sementara Wakil Wali Kota Jogja Imam Priono menggunakan Nissan X Trail.

“Khusus kendaraan dinas jabatan maupun operasional, kami hanya akan mengganti yang usianya diatas sebelas tahun sebagai peremajaan,” ungkapnya.

otal kendaraan dinas jabatan dan operasional yang akan dibeli di tahun ini mencapai 13 unit. Rencananya akan digunakan oleh pejabat eselon II atau setingkat kepala dinas serta operasional bagi kepala badan. Jenis kendaraan itu berupa Kijang Inova, Toyota Avanza serta Suzuki APV.

Hari mengatakan pihaknya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk pengadaan alat angkut darat. Selain pengadaan kendaraan dinas baru, DBGAD Kota Yogya juga akan melakukan peremajaan kendaraan yang sudah lama.

“Peremajaan kendaraan dinas dan operasional ini merupakan kelanjutan proses peremajaan yang sudah dilakukan sebelumnya,” ujar Hari.

Selain mobil dinas jabatan dan operasional, DBGAD juga akan membeli beberapa kendaraan pendukung lainnya. Antara lain 2 unit dump truck, 1 unit tanki, 1 unit mobil box, 3 unit pick up dan 1 unit ambulance serta 11 sepeda motor. Harga kendaraan tertinggi mencapai Rp 350 juta tiap unit, yakni berupa dump truk, ambulance dan mobil tanki.

Menurut dia, kendaraan yang akan dilakukan peremajaan, yang usianya sudah lebih dari 12 tahun. Adapun untuk tahun ini peremajaan lebih diprioritaskan untuk kendaraan Kepala Dinas, Badan serta kendaraan operasional. Hari menjelaskan total kendaraan operasional SKPD, jenis mini bus, yang akan dilakukan peremajaan berjumlah 13 unit. Untuk kendaraan operasional memang harus bisa sering digunakan bersama-sama.

Anggota Komisi C DPRD Kota Yogyakarta Suwarto berharap, selain melakukan pembelian kendaraan dinas pemkot juga mendata seluruh aset kendaraan berikut kondisinya. Hal ini karena ada kendaraan yang masih berfungsi dengan bagus dan belum layak untuk diganti.

Terkait dengan jatah untuk kepala daerah, Suwarto mendukung agar tidak ada pergantian. Menurutnya, masing-masing kepala daerah sudah memiliki dua kendaraan dinas yang semuanya dalam kondisi bagus. “Ada kendaraan untuk ke lapangan dan kedinasan. Semuanya masih baru. Sampai masa jabatannya habis, seharusnya tidak ada pergantian mobil bagi kepala daerah,” katanya.

About Abu Nisrina

Check Also

GP Ansor dan IPNU Banjar Siap Kawal Implementasi Perppu Keormasan

Satu Islam, Banjar – Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *