Home / Nasional / Tiga Jenis Puasa yang Dilakukan Manusia

Tiga Jenis Puasa yang Dilakukan Manusia

tiduran-puasa
ilustrasi

Satu Islam, Jakarta – Seluruh umat muslim di Indonesia akan menjalankan ibadah puasa Ramadhan yang jatuh pada hari, Kamis, 18 Juni 2015. Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Mahasim, menyampaikan bahwa terdapat tiga jenis puasa yang dikerjakan oleh manusia yaitu puasa orang awam, puasa orang khusus, dan puasa orang yang paling khusus.

Puasa orang awam adalah puasa dalam menjaga perut dari lapar, dahaga, serta nafsu syahwat. Maksudnya adalah orang-orang yang berpuasa sekedar menahan lapar dan dahaga. Dan jenis puasa seperti ini tidak memberikan manfaat yang besar kecuali terbebas dari azab.

Kedua, yaitu puasa orang khusus yaitu orang-orang yang berpuasa yang menjaga pandangan, lisan, tangan, kaki dan indra lainnya dari berbuat dosa dan bermaksiat. Dan orang-orang yang berpuasa sedemikian telah dijanjikan ganjaran yang tak terbatas.

“Kalau tadi hanya menjaga perut dan syahwat, ini menjaga tubuh dari perbuatan dosa,” ujar Mahasim saat memberikan ceramah di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu, 17 Juni 2015.

Sementara, jenis puasa yang ketiga yaitu, puasa orang yang paling khusus yaitu orang-orang yang berpuasa dengan menjaga dirinya dari kesibukan memikiran dunia dan akhlak tercela.

Menurutnya, orang yang berpuasa jenis ini adalah orang-orang yang telah melampaui ikatan ruang dan waktu, menembus batas cakrawala. Orang yang dalam hati, pikiran dan perbuatannya tiada lain diperuntukkan untuk Allah SWT.

“Maksudnya kita melakukan semua itu demi pengabdian kepada Allah. Beda dengan orang yang bekerja untuk mendapatkan bayaran dari bekerja, yang ini untuk mendapat ridha Allah,” tuturnya.

Berpuasa bagi orang ini berbeda dengan berpuasa pertama dan kedua, tetapi berpuasa dengan menghindarkan diri dari segala sesuatu selain Allah SWT.

“Puasa orang yang khusus atau puasanya orang pilihan. Mencapai tingkat tertinggi yaitu puasanya hati dari semua pikiran, perasaan dan semua yang ada dalam hati kita dari kemauan yang rendah . Serta pikiran yg bersifat duniawi. Serta menjaga pikiran dari hal-hal selain Allah,” katanya.

Mahasim berharap agar pada bulan suci Ramadhan tahun ini kita semua dapat menjalankan dan memanfaatkan bulan penuh berkah untuk bertakwa pada Allah SWT.

“Mudah-mudahan kita semua bisa memanfaatkan ramadhan ini untuk bertakwa setakwa-takwanya pada Allah SWT,” ujarnya.(VIVA.co.id)

About Abu Nisrina

Check Also

Ribuan Nahdliyin Semarakkan Gema Shalawat Nabi dan Zikir Akbar

Satu Islam, Probolinggo – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan menyemarakkan Hari Jadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *