Home / Nasional / Tahlil dan Shalawat Musuhnya Radikalisme

Tahlil dan Shalawat Musuhnya Radikalisme

27TAHLIL
ilustrasi

Satu Islam, Jakarta – Merebaknya paham radikalisme di Indonesia membuat masyarakat khawatir dan menyebabkan timbulnya perselisihan. Menurut Ketua Fraksi PKB DPR RI, Helmi Faisal radikalisme dapat dicegah dengan cara melestarikan tradisi ulama masa lalu yang saat ini mulai memudar.

“Pembacaan shalawat dengan langgam (lagu) termasuk juga tahlil oleh ulama nusantara di masa lalu mampu mengurangi munculnya radikalisme dan paham-paham negatif lainnya,” ujar Helmi di kantor DPP PKB Jakarta, Rabu 17 Juni 2015.

Helmi menambahkan, sebagai sebuah warisan luhur ulama nusantara, tahlil dan shalawat dengan berbagai langgam tersebut harus dilestarikan oleh seluruh umat Islam di Indonesia. Tak hanya mampu mengurangi paham radikalisme, tradisi tersebut terbukti mampu menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

“Itu juga mampu memperkokoh ikatan persaudaraan, kenegaraan dan kebangsaan di nusantara, makanya kami ingin mencoba melestarikan itu untuk kedamaian Indonesia,” lanjutnya.

Selain itu, Helmi juga menuturkan pentingnya melestarikan tradisi ulama masa lalu tanpa melakukan penilaian negatif yang dapat memicu terjadinya konflik di Indonesia.

“Faktanya memang tradisi itu mengalami degradasi, gerakan pembid’ahan besar sekali,” tuturnya.

About Abu Nisrina

Check Also

GP Ansor dan IPNU Banjar Siap Kawal Implementasi Perppu Keormasan

Satu Islam, Banjar – Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *