Home / Nasional / Syafii Maarif: Demokrasi Merupakan Sistem Politik yang Egaliter

Syafii Maarif: Demokrasi Merupakan Sistem Politik yang Egaliter

Syafii Maarif
Cendekiawan Muslim Syafii Maarif

Satu Islam, Jakarta – Cendekiawan Muslim Syafii Maarif mengaku belum menemukan sistem politik yang begitu egaliter selain demokrasi. Bagi Buya, begitu dia disapa, demokrasi merupakan sistem yang paling tepat diterapkan di Indonesia, meski ada sejumlah kelompok yang lebih condong kepada sistem lainnya.

“Apakah ada sistem politik yang membahas kedudukan manusia secara egaliter?” ujar Syafii dalam diskusi buku Islam dalam Bingkai Kemanusiaan dan Keindonesiaan di Festival Islam Cinta yang helat di Gedung Harun Nasution, Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu, 3 Juni 2015.

Bagi Buya, demokrasi memberikan jaminan akan kesamaan kedudukan bagi setiap orang, termasuk persoalan hak dan kewajiban. Hal ini menjadi dasar bagi dia untuk membela berdirinya demokrasi.

“Untuk itu saya berjuang bagi demokrasi,” kata dia.

Meski demikian, Buya mengaku demokrasi merupakan sistem yang terbuka dan terus berkembang. Untuk itu, meski sebagai pembela demokrasi, Syafii kerap juga melontarkan kritik terhadap praktik politik yang melenceng dari tujuan awalnya.

Di samping itu, sebagai sistem terbuka, demokrasi dapat menerima beragam nilai. Hal itu termasuk nilai-nilai dalam ajaran Islam.

“Misalnya saja, kita harus memahami konsep syuro, atau bermusyawarah,” ungkap Syafii.

Lebih lanjut, Syafii menjelaskan demokrasi tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Dia pun mengkritik banyaknya kelompok Muslim yang hanya menjalankan ajaran Islam pada permukaan tanpa menyelami ajaran Islam.

“Yang terpenting jangan menjadikan Islam seperti gincu semata, tapi jadikanlah Islam sebagai perilaku, atau darah, ” kritik Syafii.

About Abu Nisrina

Check Also

Mahasiswa Purwokerto Pendukung HTI Tuding Jokowi Otoriter

Satu Islam, Purwokerto – Mahasiswa muslim yang tergabung KAMMI menggelar demo di depan kampus Universitas …

One comment

  1. demokrasi yg setengah hati yg masih dianut oleh para pengaku pemurni akidah. menerapkan dalam rangka masiv bagi awam namun tetap eklusif untuk segolongan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *