Home / Nasional / Sekjen PBNU Meminta ‘Air Berkah’ ke Habib Umar bin Hafidz

Sekjen PBNU Meminta ‘Air Berkah’ ke Habib Umar bin Hafidz

Habib Umar bin Salim bin Hafidz (tengah) – Foto: Instagram @ahmad_helmy_faishal_zaini

Satu Islam, Jakarta – Ulama terkenal asal Hadramaut, Yaman Habib Umar bin Hafidz datang ke Indonesia. Ulama besar yang terkanal di kalangan warga nahdhiyin ini bersilaturahmi dengan para kiai di Indonesia. Salah satunya dengan para kiai dan pengurus PBNU.

Dalam pertemuan hari ini, Selasa 17 Oktober 2017 di salah satu hotel di Jakarta, Sekjen PBNU Helmy Faishal berkesempatan berdialog dengan Habib Umar.

Selesai acara, Helmy juga sempat meminta doa dari Habib Umar. Helmi membawa segelas air dan meminta didoakan Habib Umar.

“Kedatangan Habib Umar bin Salim bin Hafidz ke Indonesia mendapat sambutan hangat dari sebagian masyarakat. Saya menyempatkan diri untuk perkenan mendoakan dengan air ini. Semoga menjadi keberkahan,” beber Helmy dalam akun instagramnya @ahmad_helmy_faishal_zaini.

Sebagaimana diwartakan kumparan.com, terkait tradisi minta doa berupa air berkaih ini, Helmy menuturksn, tujuan meminta doa dari seorang ulama besar agar mendapatkan keberkahan.

“Di NU memiliki tradisi Tabarrukan (ngalap berkah) biasanya mohon didoakan agar berkah. Berkah itu maknanya luas, dunia akhirat,” tutup Helmy.

Saat ceramah di Polda Metro Jaya Selasa 17 Oktober 2017 sore, Habib Umar mengingatkan  polisi dan ulama jangan mau dipecah belah olah kelompok manapun. Sebab, orang-orang yang ingin memecah belah antara polisi dan ulama, diibaratkan orang itu ingin memotong satu tubuh seseorang menjadi beberapa bagian.

“Maka, bahaya perpecahan dari dua elemen ini bukan hanya dua elemen itu saja yang rusak, tapi akan membahayakan umat dan bangsa seutuhnya,” kata Habib Umar dalam ceramahnya yang diterjemaahkan Habib Novel bin Jindan.

Habib Umar menuturkan, toleransi antar umat beragama mesti terus dipelihara baik oleh institusi kepolisian. Karena sesungguhnya, kata Habib Umar bin Hafidz, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang berbeda keyakinan memiliki tujuan yang sama.

“Yakni tujuan kita untuk membawa ke maslahatan dan kebaikan bagi masyarakat secara umum dalam perkara kehidupan dunia mereka atau akherat mereka,” katanya.

Dalam kehidupan dunia, tugas ulama kata Habib Umar bin Hafidz adalah untuk menjaga, membentengi keimanan dan ajaran Rasulullah SAW di dalam hati jiwa dan raga setiap manusia. Sementara, tugasnya Kepolisian ialah mengamankan secara ikhlas dan tulus setiap praktek ajaran-ajaran Rasulullah di dalam kehidupan masyarakat muslim. Jika ulama dan polisi telah melakukan tugas dan pekerjaannya masing-masing secara tulus dan ikhlas.

“Maka, sesungguhnya pada hakekatnya mereka masuk dalam barisan tentaranya Allah SWT, baik dari ulama maupun dari kepolisian,” katanya.

Tentara Allah SWT yang dimaksud dalam Alquran adalah para Nabi dan Rasul serta siapa saja umat manusia yang selalu membela ajaran Rasulullah SAW, akan Allah menangkan dalam peperangan. “Dan sesungguhnya bala tentara kami adalah pemenang dan mereka yang berjaya,” katanya.

Habib Umar bin Hafidz menuturkan, apabila berbicara tentang bagaimana menjaga stabilitas di suatu negera maka kita membicarakan ke agungan agama Islam.

“Karena Islam memang mengajarkan ke amanan, keselamatan dan kedamaian ini, ini merupakan keagungan di dalam agama Islam,” kata pimpinan Pondok Pesantren Daarul Musthofa Tarim Hadhramaut Yaman ini.

Mengutip dari Wikipedia, Habib umar yang nama lengkapnya Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz lahir di Kota Tarim, Hadramaut, Yaman Senin, 27 Mei 1963. Dia dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Shaikh Abu Bakr bin Salim.

Habib Umar memegang peran aktif dalam dakwah agama Islam, sedemikian aktifnya sehingga dia meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia, termasuk ke Indonesia. Di kalangan warga nahdhiyin, Habib Umar merupakan ulama besar yang ilmu-ilmu agamanya dijadikan rujukan. Ia juga kerap mengunjungi pesantren-pesantren NU.

About Abu Nisrina

Check Also

Saat Salat Jumat, Polwan Polres Bekasi Gantikan Peran Polki

Satu Islam, Bekasi – Setiap hari Jumat, Polisi Wanita (Polwan) anggota Polrestro Bekasi Kota, melakukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *