Home / Nasional / Saat Jokowi-Habib Lutfi Bergandengan Tangan, Habib Rizieq Berhadapan dengan Hukum

Saat Jokowi-Habib Lutfi Bergandengan Tangan, Habib Rizieq Berhadapan dengan Hukum

Presiden Jokowi, didampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, disambut Habib M Lutfi bin Ali Yahya menghadiri puncak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Kanzus Salawat di Kota Pekalongan, Minggu 9 Januari 2017 – Foto: Suara Merdeka

Satu Islam, Jakarta – Komitmen persatuan digaungkan ribuan jamaah Majelis Shalawat di gedung Kanzus Sholawat Pekalongan pimpinan  Muhammad Luthfi bin Ali Yahya, atau yang biasa disapa Habib Luthfi bin Yahya, Minggu 8 Januari 2017.

Komitmen itu disampaikan di hadapan Presiden Joko Widodo yang hadir dalam puncak perayaan Maulid Nabi Muhammad saw. Di hadapan Jokowi, para jamaah menggaungkan semangat persatuan. “NKRI Harga Mati,”ucap Habib Luthfi diikuti seluruh jamaahnya.

Nasionalisme menjadi kekuatan utama yang bisa mempersatukan bangsa Indonesia. “Dukung pemerintah ini supaya maju Indonesia. Ojo ribut ae,” lanjutnya.

Sebelumnya, Habib Lutfi menyambut kedatangan Jokowi yang tiba di kediamannya sejak dari ujung gang. Keduanya lalu menuju kediaman Habib Luthfi untuk melaksanakan salat. Barulah selepas salat, keduanya menuju Gedung Kanzus Shalawat.

Sepanjang jalan, keduanya bergandengan tangan sambil sesekali berbalas cakap. Gema selawat terus mengiringi kehadiran Jokowi selama sekitar satu setengah jam.

Habib Luthfi mengaku mengenal Jokowi bukan kali ini saja, namun sejak Presiden RI Ke-7 ini menjadi wali kota Solo. Dia menegaskan, keberadaan Indonesia yang kokoh bisa terus berlangsung jika di antara umara dan ulama saling dekat.

“Sekarang sudah waktunya kita bangga, ternyata pemerintah Indonesia, tidak bisa dipisah-pisahkan dengan para ulama. Pemerintah Indonesia, ulama tidak bisa dipisah-pisahkan dengan TNI dan Polri… NKRI harga mati. Bukan basa basi. Inilah kekuatan Indonesia, ulama duduk dengan presiden, ulama duduk dengan panglima TNI, Polri, Kasad. Inilah benteng-benteng yang ada di Indonesia,” ujar Habib Luthfi.

Jokowi sendiri mengapresiasi komitmen para ulama dan jamaah untuk mempersatukan bangsa. Sebab, bagaimanapun Indonesia adalah bangsa yang majemuk, tterdiri dari ratusan suku bangsa. “Rasulullah pernah membuat kontrak politik dengan semua unsur dan komponen melalui piagam Madinah untuk mempersatukan,’’ terangnya.

Habib Rizieq Berhadapan dengan Hukum

Sementara Jokowi dan Habib Lutfi sedang bergandengan tangan, di Jakarta tersiar kabar Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengegaskan akan menjemput paksa Imam Besar Front Pembela Indonesia (FPI) Habib Rizieq Shihab jika kembali tak menghadiri pemeriksaan penyidik terkait perkara dugaan melecehkan Pancasila..

Pemanggilan Habib Rizieq karena yang bersangkutan dalam proses hukum atas laporan putri Bung Karno, Sukmawati mengenai melecehkan Pancasila dan menghina kehormatan serta martabat Soekarno.

Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Habib Rizieq Shihab ke Bareskrim Polri atas dugaan melecehkan Pancasila yang telah disiarkan di situs Youtube pada Oktober 2016.

“Yang bersangkutan (Habib Rizieq) sedang diproses hukum di Jawa Barat. Ini laporan ibu Sukmawati laporan pencemaran Pancasila, Soekarno, ada kata puntut atau pantat itu,” ungkap Jenderal Tito di Palembang, Senin 9 Januari 2017.

Menurut Tito, Habib Rizieq sebelumnya tidak memenuhi panggilan penyidik pada 5 Januari 2017 lalu dengan alasan sakit. Habib Rizieq rencananya kembali diperiksa pada 12 Januari 2017 mendatang.

“5 Januari kemarin (Habib Rizieq) diperiksa tapi tidak datang alasannya sakit, tanggal 12 Januari, Kamis nanti kita panggil lagi,” ujarnya.

Tito menegaskan, pihaknya akan melakukan upaya paksa jika Habib Rizieq kembali tak mengindahkan panggilan penyidik untuk kedua kali.

“Kita lihat, datang atau tidak. Jika datang diperiksa. Jika tidak, sesuai hukum, KUHAP tentu kita lakukan surat perintah membawa,” tegasnya.

Pimpinan FPI, Muhammad Rizieq Shihab menyapa awak media usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim, Jakarta, Rabu 23 November 2016. Rizieq diperiksa sebagai saksi ahli dalam kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Ahok. Foto: Liputan6.com

Sementara sedang menghadapi pelaporan Sukmawati, Habib Rizieq juga mendapat tambahan tuntutan hukum dari Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah (JIMAF) yang melaporkannya ke di Polda Metro Jaya, Minggu 8 Januari 2017.

JIMAF melaporkan Habib Rizieq atas tuduhan menyebarkan berita bohong dan kebencian bermuatan SARA, Pelapor mengaku memiliki bukti video dimana Habib Rizieq diduga menyebut uang kertas baru yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) berlogo palu arit yang merupakan lambang Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Rizieq dalam isi ceramahnya yang beredar luas tersebut bahkan secara terang-terangan merangkai cerita adanya logo PKI dalam uang terbaru dengan menuding sebagai kesalahan pemerintah padahal sikap pemerintah terhadap PKI sudah jelas, PKI merupakan partai terlarang,” kata Koordinator JIMAF, M.Herdiyan Saksono Zoulba.

Dalam laporan tersebut, mereka menyertakan barang bukti berupa ceramah Habib Rizieq melalui akun YouTube FPI TV dan screen shoot video ceramah Habib Rizieq.

Laporan yang dibuat JIMAF sendiri, telah diterima dengan nomor LP/92/1/2017/PMJ/ Ditreskrimsus tertanggal 8 Januari 2017. Rizieq disangkakan telah melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Atas Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE.

Apalagi, dalam hal ini, terusnya, BI telah mengklarifikasi soal pernyataan Rizieq itu. Selain itu, banyak kalangan ahli yang ikut memberikan pandangan bahwa ceramah Habib Rizieq yang membahas uang baru diduga berlogo palu-arit tersebut tidak ditelaah secara detail.

“Namun atas tuduhan ini sekalipun Bank Indonesia telah melakukan klarifikasi dan membantah tuduhan Habib Rizieq yang pada pokoknya menegaskan bukan palu arit tapi hologram BI yang sekarang berubah. Tidak hanya BI sebagian kalangan ahli perbankan juga membantah pernyataan Rizieq tentang adanya logo palu-arit yang dikait-kaitkan dengan Partai Komunis, karena disimpulkan sepihak dan serampangan melihat gambar tidak utuh,” ucapnya.

Maka dari itu, mereka menganggap kalau isi ceramah Habib Rizieq tersebut telah meresahkan masyarakat dan bisa memperkeruh situasi nasional dewasa ini.

“Dengan demikian kami menilai tudingan Rizieq sesuai uraian di atas nyata-nyata meresahkan dan diduga merupakan bentuk penghasutan, fitnah dan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya yang dapat menimbulkan perpecahan bangsa di tengah panasnya isu SARA belakangan ini,” tandasnya.

About Abu Nisrina

Check Also

Syiah dan Ahmadiyah Masih Berhari Raya di Pengungsian

Satu Islam, Jakarta – Muslim Syiah asal Sampang tahun ini masih harus menjalani Idul Fitri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *