Home / Nasional / Polisi Nyatakan Tak Takut dengan Tommy Soeharto

Polisi Nyatakan Tak Takut dengan Tommy Soeharto

Tommy Soeharto – Foto: Jawa Pos

Satu Islam, Jakarta – Penyidik Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan terhadap  Hutomo Mandala Putra Tommy Soeharto. Putra dari Presiden RI ke-2 Soeharto itu akan dimintai keterangan terkait aksi makar pada Aksi 212, Desember 2016 lalu.

Pemeriksaan Tommy dilakukan terkait Firza Husein yang telah dinyatakan sebagai tersangka dalam aksi 212. Pasalnya, beredar bagan aliran dana dari anak bungsu Presiden kedua RI itu ke Firza Husein.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pemeriksaan Tommy sudah diagendakan ulang. Itu dilakukan karena pada pemanggilan pertama, Jumat 31 Maret 2017 kemarin, Tommy mangkir.

Menurut Argo, pemeriksaan itu untuk mengklarifikasi hubungan Tommy dan pelaku makar Firza Husein yang sempat membawa nama Yayasan Cendana ketika pemeriksaan.

“Ya, kami melihat apakah ada korelasi atau tidak. Berkaitan dengan apa yang disampaikan Bu Firza dan Yayasan Cendana,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Sabtu 1 April 2017.

Ketika disinggung apakah polisi sengaja memeriksa Tommy bertepatan dengan Aksi 313, menurut Argo itu adalah hal yang kebetulan. “Sementara, belum ada kaitannya (dengan 313). Ada korelasinya (dengan 212), makanya sedang kita dalami kita panggil sebagai saksi kita panggil. Sementara, dugaan makar aja pemufakatan makar saja. Sesuai Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110,” ujar Argo.

Argo belum berani menjelaskan secara detail peran Tommy dalam kasus dugaan makar. Sehingga kini polisi belum bisa memberikan keterangan lantaran masih perlu melakukan pendalaman lebih lanjut.

“Nanti kita dalami dulu. Kita panggil apakah yang bersangkutan penyaluran dana, nanti kita dalami karena kaitannya dengan yayasan cendana,” kata Argo lagi.

Polisi, kata dia tidak takut dalam memeriksa Tommy, meski banyak yang menyebut Tommy adalah orang kuat. “Nggak lah. Kan semua kami panggil,” tukas dia.

Firza Husein merupakan salah satu tersangka kasus dugan permufakatan makar. Dia ditangkap bersama dengan 9 orang lainnya jelang berlangsungnya aksi 212 atau 2 Desember 2016. Peran Firza dalam kasus ini diyakini sebagai pengumpul dana kegiatan makar yang diduga untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

About Abu Nisrina

Check Also

Dedi Mulyadi: Radikalisme Bertentangan dengan Budaya

Satu Islam, Purwakarta – Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Masyarakat …

One comment

  1. Maafkan kesalahannya, karena dia tidak tau apa yang telah dia perbuat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *