Home / Nasional / Pesan NKRI Harga Mati dari Mafia Shalawat

Pesan NKRI Harga Mati dari Mafia Shalawat

IMG_20150601_220615
Darwis sedang mengiringi lantunan Shalawat

Satu Islam, Kediri – Mengenakan jubah warna-warni yang lebar di bagian bawah menyerupai rok dengan gerakan memutar serta tangan menengadah. Meraka adalah penari sufi atau yang lebih dikenal dengan sebutan darwis. Para darwis sedang mengiringi alunan shalawat yang dilantunkan oleh Drs KH Muhammad Ali Shodiqin atau akrab disapa Gus Ali Gondrong.

Whirling dance atau tarian sufi yang mengiringi shalawat itu dalam rangka memperingati peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw di desa Mangunrejo Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin 1 Juni 2015.

Paguyuban yang menyebut dirinya Mafia Shalawat asal Ponorogo itu mengusung tema “Shalawat Sampai Mati, NKRI Marga Mati.

IMG_20150601_220625Ribuan jamaah Nahdhatul Ulama (NU) berasal dari Kediri, Trenggalek, Ponogorogo dan sekitarnya yang melambai-lambaikan bendera NU dan atribut pesan persatuan dan kebangsaan memenuhi lapangan desa Mangunrejo.

Salah satu panitia acara, Imam Amali menuturkan, dilaksanakan acara ini dengan tujuan mengajak warga NU untuk selalu menebarkan Islam moderat kepada masyarakat Kediri dan sekitarnya.

“Momentum Isra’ Mi’raj ini merupakan momentum yang tepat untuk menebarkan kasih sayang. Shalawat merupakan amalan yang bisa mendinginkan hati, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan,” ujar Imam.

Di sela-sela melantunkan shalawat, Gus Ali berpesan untuk menebarkan kedamaian dan sikap toleran kepada sesama manusia.

“Ajaran Rasulullah yaitu mengajak umatnya untuk mencintai sesama manusia meski berbeda agama dan keyakinan,” tutur Gus Ali.

Kiyai kelahiran Semarang itu juga mengajak segenap warga NU untuk mengawal NKRI yang saat ini mendapat acaman radikalisme yang serius. Dengan Islam moderat, paham radikal tidak mendapat tempat di bumi Indonesia.

About Abu Nisrina

Check Also

Maarif Institute Dukung Langkah Tegas Polri Redam Intoleransi

Satu Islam, Jakarta – Langkah tegas Polri memproses hukum semua laporan kasus yang mengancam sendi-sendi …