Home / Nasional / Pesan Hari Pahlawan dari Mantan Teroris

Pesan Hari Pahlawan dari Mantan Teroris

Satu Islam, Jakarta – Tiap 10 November bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Pahlawan untuk mengingat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan merebut kemerdekaan. Karena itu Hari Pahlawan harusdijadikan inspirasi dan motivasi bagi bangsa Indonesia untuk berbuat yang terbaik untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan itu.

Mantan teroris, Iqbal Husaini atau Rambo atau Adrian Alamsyah yang pernah divonis empat tahun penjara karena kasus terorisme saat konflik Ambon, mengaku banyak belajar dari perjalanan hidupnya dan perjuangan para pahlawan. Rasa cintanya pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menuntunnya berjihad. Namun langkah itu ternyata salah.

“Sebagai anak muda, saya ingin jadi pahlawan saat itu. Niat kami ingin menjaga NKRI, tapi ternyata caranya salah dan tidak sesuai dengan Undang-undang dan Pancasila,” kata Rambo, Kamis 9 November 2017.

Karena itu, lanjut Rambo, ia mengajak generasi muda Indonesia untuk meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan. Itu penting karena generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa di masa mendatang.

Apalagi saat ini dunia telah memasuki era globalisasi modern yang diwarnai dengan semakin canggihnya kemajuan informasi teknologi melalui internet (dunia maya). Dia mengaku ironis melihat kemajuan informasi teknologi yang tidak hanya membawa kebaikan, tapi banyak juga dampak negatifnya. Kemajuan teknologi dimanfaatkan kelompok radikal dalam melakukan propaganda merekrut anggota baru.

“Kita harus mengambil ikhtibar (pelajaran) dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan saat merebut kemerdekaan. Kalau dulu pahlawan berjuang mengangkat senjata, sekarang generasi muda bisa menjadi pahlawan dengan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal baik,” ujar Iqbal Husaini.

Menghadapi propaganda radikal terorisme, Iqbal atau Rambo menyarankan generasi muda bisa menjadi agen perdamaian di dunia maya. Itu akan menjadi salah satu cara untuk mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan NKRI.

Empat tahun lalu, Iqbal meringkuk di penjara. Dia terjerat kasus terorisme. Vonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, dibacakan April 2006 lalu.

Dia terbukti menyimpan senjata api, amunisi serta bahan peledak pada kurun 2001 hingga Oktober 2004. Saat konflik di Ambon. Aksi jihad dilakukan bersama Abdullah Sunata. Iqbal juga melakukan latihan militer di Pulau Seram Barat.

Iqbal kini aktif mengikuti berbagai kegiatan deradikalisasi yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Itu sebagai bukti bahwa ia telah insyaf dan ingin menebus kesalahannya di masa lalu.

Lulusan Sekolah Teknik Mesin itu juga mengikuti pelatihan public speaking mantan teroris. Menurutnya, itu sangat bermanfaat untuk menciptakan orang-orang yang pernah mengalami pemahaman ideologi menyimpang bisa melakukan edukasi di tengah masyarakat.

“Kita juga ingin menjadi agen perdamaian. Jaga NKRI dengan menyebarkan salam perdamaian kepada masyarakat agar radikalisme dan terorisme tidak bisa tumbuh lagi,” jelasnya.

Menghadapi propaganda radikal terorisme, Iqbal menyarankan generasi muda bisa menjadi agen perdamaian di dunia maya. Dia mengatakan itu akan menjadi salah satu cara untuk mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan NKRI.

“Jadilah pahlawan dengan menjadi agen perdamaian baik di dunia nyata maupun dunia maya. Warisan kemerdekaan dari pahlawan ini adalah warisan terbaik buat bangsa Indonesia. Mari kita jaga kemerdekaan dan keutuhan NKRI,” kata Iqbal.

About Abu Nisrina

Check Also

Filosofi Berkah untuk Kahiyang-Bobby dalam Doa Din Syamsudin

Satu Islam, Solo – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, mengaku khusus datang ke …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *