Home / Nasional / Pelucutan Atribut FPI, Muncul Tato Bergambar Wanita Telanjang

Pelucutan Atribut FPI, Muncul Tato Bergambar Wanita Telanjang

Anggota FPI disuruh buka baju dan terlihat tato wanita telanjang – Foto: instagram

Satu Islam, Rembang – Terkait insiden pelucutan anggota Front Pembela Islam (FPI) yang melakukan pawai menuju ke satu hajatan membuat heboh media sosial.

Saat Polres Rembang mengganti seragam FPI di Rembang dan membuka baju, seorang laskar FPI tertangkap kamera memiliki tato bergambar wanita telajang.

Hal ini pun kemudian menimbulkan kegaduhan di media sosial yang menyebutkan kalau FPI merupakan organisasi preman.

Namun ada yang mengatakan kalau anggota FPI tersebut sudah tobat seperti yang disampaikan akun @FpJempolRakyat:

“Hanya karena punya Tato….bukan berarti tidak bisa bertobat kemudian membela agamanya……!!!!…”

Bahkan ada yang mengakui banyak diantara para preman yang memiliki tato bergabung dengan FPI, namun kemudian tatonya susah dihapus.

“Banyak mantan preman yg bertobat gabung ke fpi , tato.nya kan susah untuk dihapus,” tulis pemilik akun Zainul Arifin.

Protes pelucutan yang dilakukan pihak kepolisian awalnya disampaikan oleh pihak FPI dimana DPD FPI Jateng mengaku diundang Pondok Al Anwar Rembang pondoknya Mbah Moen untuk ikut membantu pengamanan acara pondok bersama Banser NU.

Tapi di perbatasan Rembang semua atribut FPI disita secara paksa oleh aparat kepolisian yang dipimpin oleh Kapolres.

Polres Rembang juga memberikan klarifikasi tidak adanya kekerasan dalam kejadian itu.

Pihak kepolisian membantah telah melakukan pelucutan, mereka hanya bermaksut untuk mengganti atribut dengan pakaian yang lebih layak

Hal ini seperti yang dijelaskan dalam akun Instagram Polres Rembang.

Terkait kabar pelucutan atribut personil Front Pembela Islam (FPI) yang datang ke Rembang pada Jum’at 9 Juni 2017 pihak Kepolisian Resor Rembang membantah keras kabar yang tersebar melalui media sosial tersebut.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto, SH,SIK, Msi mengungkapkan, justru pihak Polres Rembang memfasilitasi para personil FPI dengan pakaian muslim baru.

Atribut yang dikenakan oleh para anggota FPI yang datang ke Rembang kami minta untuk melepasnya, kemudian kami ganti dengan baju koko baru.

Itu bukan melucuti, tapi kami mengganti, cara menyampaikannya juga dengan bahasa humanis ujarnya Jumat 9 Juni 2017

Kapolres mengaku pihaknya sebelumnya telah mendengar kabar rencana kedatangan personil FPI ke Rembang untuk mengikuti pengajian Haul Kyai Zubair di Pondok Pesantren Al Anwar Sarang.

Guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, pihaknya kemudian menyampaikan himbauan agar FPI tidak menggunakan atribut ketika mengikuti kegiatan di Rembang.

Sumber: tribunnews.com

 

About Abu Nisrina

Check Also

Saat Salat Jumat, Polwan Polres Bekasi Gantikan Peran Polki

Satu Islam, Bekasi – Setiap hari Jumat, Polisi Wanita (Polwan) anggota Polrestro Bekasi Kota, melakukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *