Home / Nasional / Muhammadiyah Ormas yang Paling Siap Jika Negara Gagal

Muhammadiyah Ormas yang Paling Siap Jika Negara Gagal

muhammadiyah-salah-satu-ormas-terbesar-di-indonesia-_130203064331-399
Muhammadiyah, salah satu ormas terbesar di Indonesia.

Satu Islam, Makassar – Pengamat politik, Dr Syarifuddin Jurdi tegas mengakui Muhammadiyah adalah sebuah alternatif jika negara gagal.

Menurut Syarifuddin, Muhammadiyah memiliki infrastruktur mirip negara. Muhammadiyah sudah punya punya sekolah, punya organisasi yang kuat. Muhammadiyah merupakan ormas yang paling siap jika negara ini gagal.

“Jika Presiden Jokowi dianggap gagal maka Muhammadiyah bisa menjadi alternatif,” kata Penulis Buku “Muhammadiyah dan Negara” ini, Jumat 5 Juni 2015.

Ketua Jurusan Ilmu Politik UIN Alauddin ini mengakui langkah Muhammadiyah untuk membentuk sebuah Partai Politik patut diperhitungkan.

Saat ini Muhammadiyah sedang membuat cetak biru gerakan ekonomi Muhammadiyah. Hal itu terungkap dari  seminar dan lokakarya dengan tema ‘Cetak Biru Gerakan Ekonomi Muhammadiyah’.

Ketua Majelis Ekonomi dan kewirausahaan PP Muhamamdiyah, Syafrudin Anhar, dalam kata pengantarnya saat pembukaan acara menyatakan kelahiran cetak biru gerakan ekonomi Muhammadiyah tidak lepas dar pengaruh persoalan kebijakan ekonomi nasional dan dunia yang saat ini berkembang dengan pesat. Apalagi dalam setiap rezim atau penguasa memiliki tantangan yang unik.

Terutama dalam bidang ekonomi, politik, birokrasi dan pemerintahan. Muhamamdiyah menyadari hampir semua rezim memiliki tantangan tersebut, terlebih diera globalisasi dengan banyaknya persoalan seperti kemiskinan, pengentasan pengangguran, inflasi dan merosotnya nilai tukar mata uang.

Dalam hal ini, Muhammadiyah ingin melakukan revitalisasi peran dan fungsinya sebagai kekuatan ekonomi yang dapat dijadikan contoh dalam kebijakan-kebijakan ekonomi pemerintah.

Cetak biru gerakan ekonomi Muhammadiyah, tambah Syafrudin, menjadi satu kebutuhan, karena pada lima tahunan ke tiga (2015-2020) kebijakan program Muhammadiyah difokuskan pada lima hal. Pertama, transformasi dari sistem dan jaringan yang maju, profesional dan modern sebagai instrumen pendukung aktivitas gerakan ekonomi.

Kedua, berkembangnya sistem gerakan dan amal usaha yang berkualitas utama dan mandiri. Ketiga peningkatan dan pengembangan peran strategis Muhammadiyah dalam kehidupan umat, bangsa dan dinamika global.

About Abu Nisrina

Check Also

MUI Jadi Target Gerakan Aksi Bela Islam yang Butuh Fatwa

Satu Islam, Jakarta – Keberadaan Majelis Ulama Indonesia dan perannya kini dikritisi banyak pihak. Dosen …