Home / Nasional / Moeldoko: Tahun Baru Islam Momentum Perubahan ke Arah Lebih Baik

Moeldoko: Tahun Baru Islam Momentum Perubahan ke Arah Lebih Baik

Mantan Panglima TNI Moeldoko – Foto: Liputan.com

Satu Islam, Indramayu – Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menghadiri peringatan Tahun Baru Islam di Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun, Indramayu, Jabar, pada Jumat, 22 September 2017 lalu.

Peringatan itu mengangkat tema “Menjunjung Tinggi Kesatuan dan Persatuan Indonesia Raya”. Acara yang dihadiri beberapa tokoh nasional dan berbagai kalangan lintas agama itu juga sekaligus pemancangan patok pertama pembangunan Taman Puspa Kencana dan Danau Tirta Kencana di depan Masjid Rahmatan Lil Alamin.

Lebih dari 25 ribu santri dan wali santri hadir dalam peringatan tersebut untuk mendengarkan pidato kebangsaan yang disampaikan Moeldoko.

Pada acara itu Moeldoko menyampaikan bahwa Tahun Baru Islam adalah momentum bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi secara kolektif. Hal itu berguna untuk melakukan hijrah melalui perubahan dari keadaan yang kurang baik menjadi lebih baik.

“Hijrah dari keadaan yang kurang baik menjadi lebih baik,” ujar Moeldoko.

Dia mengatakan, karakter perubahan akan membawa ke sesuatu yang misterius. Seseorang yang sebelumnya bergerak dan berubah akan diganti dengan hal baru jika tak konsisten.

Setelah itu, perubahan juga bergerak sangat cepat, tak terduga, dan terjadi setiap saat. Karena itu, Moeldoko meminta para santri sigap dan mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut saat hidup di tengah masyarakat.

Menurut pria kelahiran Kediri, Jawa Timur (Jatim) tersebut, perubahan juga memerlukan tokoh.

“Tokoh-tokoh tersebut saya harapkan bisa lahir dari Pesantren ini untuk kemaslahatan bangsa,” kata dia yang disambut meriah ribuan santri yang hadir.

Dia menambahkan, substansi hijrah adalah melakukan  perubahan ke arah yang lebih, baik. termasuk menuntut kedisiplinan yang tinggi.

“Alhamdulillah, karena aturannya jelas tidak boleh merokok, tak saya lihat satu pun yang merokok di pesantren ini. Semua warga Al-Zaytun tampaknya sudah memiliki sikap disiplin dan taat aturan,” katanya dalam rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dia juga berharap Ponpes Al-Zaytun melahirkan pejabat seperti menteri atau presiden.

Pemilik Bintang Adhi Makayasa 1981 itu juga memuji kehadiran tokoh lintas agama di Ponpes Al-Zaytun. Menurut dia, hal itu merupakan contoh internalisasi tentang Pancasila yang telah berhasil dilakukan oleh Pondok Pesantren Al-Zaytun.

“Menurut saya, sikap kebangsaan Syekh Panji Gumilang sebagai pimpinan tertinggi di pesantren tidak perlu diragukan lagi. Selain itu, sikap-sikap kemandirian sebuah bangsa juga sudah ditunjukkan oleh pesantren Al Zaytun,” kata Moeldoko.

Dia juga memuji disiplin para santri yang telah berimplikasi terhadap kemandirian kampus Al Zaytun. Ketika sebagian besar bahan baku diimpor, Ponpes Al Zaytun mampu mandiri untuk memenuhi kebutuhan para santri dan warga pesantren.

“Kebutuhan beras, gula, dan berbagai protein sudah mampu diadakan sendiri oleh pesantren ini. Ini sungguh sesuatu yang baik,“ pungksnya.

About Abu Nisrina

Check Also

Tantangan Jurnalis Meliput Isu Agama di Indonesia

Satu Islam, Jakarta – Mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Dominasinya bahkan mencapai lebih dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *