Home / Nasional / Gus Nuril Ingatkan Bahayanya Fatwa MUI

Gus Nuril Ingatkan Bahayanya Fatwa MUI

Pemimpin Pondok Pesantren Solo Tunggal, Gus Nuril (kiri) bersama Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan) – Foto: Jawa Pos

Satu Islam, Jakarta – Pondok Pesantren Solo Tunggal Cipinang, KH Nuril Arifin atau yang biasa dipanggil Gus Nuril mengingatkan akan bahayanya fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dia menyebut MUI melalui fatwanya telah melakukan makar.

Hal ini disampaikan saat menerima calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Jalan Sodong Utara 5 Nomor 18, Cipinang, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin 9 Januari 2017.

Dia mengatakan, fatwa yang dikeluarkan MUI itu memicu munculnya gerakan pengawal ultimatum atau gerakan radikal. Sehingga fatwa itu berlaku dan seolah-olah sebagai hukum positif. (Baca: Fatwa Kapolri dan Fatwa MUI)

“MUI secara sadar atau tidak sadar, dia melakukan kegiatan makar,” ucap Gus Nuril.

Lebih lanjut Gus Nuril mengingatkan bahwa fatwa MUI itu sebenarnya hanyalah pendapat hukum yang tentu saja tidak mengikat di Indonesia. Jika fatwa MUI bersifat mengikat, maka PBNU dan Muhammadiyah pun bisa melakukan hal yang sama.

Gus Nuril mengingatkan kepolisian maupun TNI harus mengambil sikap atas pengerahan massa itu. Karena hal tersebut dapat mengancam kedaulatan Indonesia sebagai negara Pancasila. (Baca: Ketua ICMI: Fatwa MUI Bukan Hukum Positif)

“Kalau fatwa MUI diperkuat, bukan hanya mereka yang bisa, saya juga punya pasukan jutaan, gerakan pengawal fatwa NU. Makanya TNI Polri harus mengambil sikap. TNI harus bergerak tidak boleh ada HTI, tentara pembebas, di negara ini ada tentara ada polisi, berarti negara dalam negara,” pungkasnya.

Terkait posisi MUI di dalam negara Indonesia, Gus Nuril mengatakan MUI itu hanya sekadar ormas. MUI bukan lembaga negara yang menjalankan kebijakan negara. “Ormas saja, kalau misalnya itu menjadi fatwa resmi negara harus melalui dan direstui Departemen Agama. Lah, itu lembaga negara namanya,” katanya. (Baca: Gus Mus : MUI Makhluk Tak Jelas)

Seperti diketahui, belakangan ini ada beberapa fatwa MUI dianggap menjadi sumber polemik di tengah masyarakat. Kasus terbaru yakni fatwa MUI ihwal pernyataan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dianggap menista agama Islam.

About Abu Nisrina

Check Also

MUI Jadi Target Gerakan Aksi Bela Islam yang Butuh Fatwa

Satu Islam, Jakarta – Keberadaan Majelis Ulama Indonesia dan perannya kini dikritisi banyak pihak. Dosen …