Home / Nasional / Dinyatakan Sesat oleh Bakorpakem, Pengurus Salawat Wahidiyah Mundur

Dinyatakan Sesat oleh Bakorpakem, Pengurus Salawat Wahidiyah Mundur

Dinyatakan Sesat oleh Bakorpakem, Pengurus Salawat Wahidiyah Mundur
Para pengikut ajaran Salawat Wahidiyah di Tebingtinggi menyatakan tobat dan mundur dari kegiatan setelah dinyatakan sesat oleh Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) – Foto: Sindonews

Satu Islam, Tebingtinggi – Para pengikut Salawat Wahidiyah di Tebingtinggi menyatakan mundur dari kegiatan jamaah itu setelah Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) menyatakannya sebagai ajaran sesat. Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya pada 2007 lalu juga telah mengeluarkan fatwa sesat terhadap faham Salawat Wahidiyah.

Pernyataan mundur tersebut disampaikan Ketua, Sekretaris dan sejumlah pengurus Salawat Wahidiyah Tebingtinggi, diantaranya Sudarman, Mukhlis, Ismail, Rizal dan lainnya dihadapan Kepala Kantor Kementrian Agama HM Hasbi MA dan Ketua MUI Kota Tebingtinggi H Ahmad Dalil Harahap.

Mereka ramai-ramai menyatakan mundur dari kegiatan kewahidiyahan dalam pertemuan yang digelar pihak Kantor Kemenag di Aula Kemenag Jalan Pendidikan Kota Tebingtinggi, Senin 14 Maret 2016.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) H Abu Hasyim Siregar dan Sekretaris Kantor Kemenag Muhammad Nasir serta pimpinan ormas keagamaan seperti Al Washliyah, Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama, Al Ittihadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Dewan Masjid Indonesia dan tokoh-tokoh agama Kota Tebingtinggi.

Kakan Kemenag Kota Tebingtinggi HM Hasbi MA menyampaikan, sejak 2000 lalu cukup banyak aliran dan faham yang berbeda dengan mainstream. Karenanya, kelompok mainstream menganggapnya sebagai ajaran sesat, Untuk ajaran agama Kristen sebanyak 150 sekte dan Islam sebanyak 250 aliran.

“Tugas pokok kementerian agama adalah melakukan pembinaan baik antar pemeluk agama lain maupun antar sesama pemeluk agama seperti yang tengah berkembang saat ini seperti Gafatar dan aliran Wahidiyah yang sebagian ajarannya dinilai menyimpang dari ajaran Islam,” jelas HM Hasbi.

Menurut Hasbi, pihaknya tidak dalam kapasitas menghakimi suatu sekte sebagai sesat atau tidak. Dirinya mengaku tugas kemenag hanya menjaga agar tidak terjadi konflik antar sesame pemeluk agama.

Ia juga tak menampik banyaknya laporan baik dari masyarakat maupun tokoh-tokoh agama yang menyatakan bahwa ada sebagian ajaran Wahidiyah yang dianggap sesat yakni mengkultuskan satu sosok dan dianggap menyimpang dari ajaran agama Islam. (Baca: Fatwa ‘Sesat’ yang Sesat)

“Saya tidak ingin Wahidiyah terpojok dan dikucilkan oleh masyarakat, mari kita jalankan ajaran Islam ini sesuai dengan Alquran dan Sunnah Rasulullah, kami tidak bisa memaksa untuk kembali (ke ajaran Islam mainstream) kami hanya ingin tidak terjadi konflik antar sesama pemeluk agama dan kondusifitas di kota ini tetap terjaga dengan baik,” ujar Kakan Kemenag Tebingtinggi.

Pada kesempatan itu, Hasbi juga berharap jangan sampai hal ini terus berlarut dan ada gosokan dari pihak-pihak tertentu sehingga menjadi fitnah dan terjadi konflik ditengah-tengah masyarakat.

“Kami berharap melalui pertemuan ini saudara-saudara kita kembali ke jalan yang benar yakni ajaran Islam sesuai dengan Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW,” imbuhnya.

Sementara Ketua Wahidiyah Kota Tebingtinggi, Sudarman menyatakan bahwa pengunduran diri mereka dari ajaran faham Wahidiyah adalah demi menjaga kondusivitas di Kota Tebingtinggi.

“Kami sekarang tidak ikut Wahidiyah lagi, tapi soal kesesatan Wahidiyah bukan urusan kami melainkan untuk menjaga kondusivitas Kota Tebingtinggi, kami siap vakum atau mundur dari ajaran dan faham Wahidiyah,” katanya.

Senada dengan Sudarman, salah satu pengurus Wahidiyah Kota Tebingtinggi, Ismail mengaku tidak ada paksaan atas pengunduran diri mereka dari ajaran Salawat Wahidiyah.

“Karena sudah ada keputusan dari Bakorpakem yang menyatakan bahwa sebagian ajaran Wahidiyah menyimpang maka kami siap mundur demi kemaslahatan umat dan kebaikan di Kota Tebingtinggi, kami juga tidak mau sesat,” tegasnya.

Sementara itu Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin pada Februari 2016 lalu menegaskan presiden yang berhak menentukan sesat tidaknya mazhab atau aliran kepercayaan manapun. Lukman menyatakan, kewenangan itu diatur dalam menurut Undang Undang. (Baca: Hanya Presiden yang Berhak Tentukan Aliran Sesat)

Bahkan lukman juga mengingatkan, siapapun berpantang menghakimi secara sepihak demi menjaga kerukunan antar umat beragama. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Undang Undang No. 1/PNPS tahun 1965, hanya presiden yang berhak menentukan suatu aliran agama/kepercayaan itu sesat.

About Abu Nisrina

Check Also

Cak Imin Berharap Islam Nusantara Menjadi Solusi Dunia

Satu Islam, Cirebon – Indonesia diyakini akan menjadi contoh kekuatan Islam dunia dalam menghadapi tantangan …

One comment

  1. Mochamad Badowi

    Karena banyak fitnah tentang Sholawat dan Ajaran Wahidiyah, berikut beberapa informasi yang dapat digunakan sebagai bahan tabayun agar mengetahui hakikat Wahidiyah

    A. Sholawat Wahidiyah dari Pendapat Para Kyai dan Cendekiawan Muslim
    Alm. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) : https://www.youtube.com/watch?v=nvo3-uEBDz0
    K.H. Said Aqil Siroj, M.Ag (Ketum NU) : https://www.youtube.com/watch?v=CkIV0bmmR1A
    Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jawa Timur) : https://www.youtube.com/watch?v=Ae2U57xISbc
    Dr. Khamami Zada, SH, MA, MDCEF (UIN Jakarta) : https://www.youtube.com/watch?v=T15e_YWaRzw
    Tabayun terkait Kasus Tasikmalaya (th 2007) : https://www.youtube.com/watch?v=s20yC8vZH-k

    B. Mujahadah di Berbagai Kota di Indonesia
    Mujahadah Nisfusannah dan Rubu’usanah : https://www.youtube.com/channel/UCMOqMGvDnnfJ7HGZP_ILYRg/videos
    Mujahadah Kubro : https://www.youtube.com/user/kedunglo717/videos

    C. Berita Pengajian Solawat Wahidiyah
    Islamic Center Surabaya, 17 Januari 2013 : https://www.youtube.com/watch?v=3pLdVAy7tK0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *