Home / Nasional / Dianggap Bisa Bikin Horny, Patung Tiga Mojang Dirobohkan

Dianggap Bisa Bikin Horny, Patung Tiga Mojang Dirobohkan

Patung Tiga Mojang – Foto: Bombastis

Satu Islam, Bekasi – Allahu Akbar! Begitulah pekikan takbir yang menggema saat sekelompok massa  dari umat Islam berhasil merobohkan  patung Tiga Mojang seharga Rp2,5 miliar yang menjadi ikon sebuah perumahan elit di Medan Satria Kota Bekasi, Jawa Barat, 19 Juni 2010 lalu,

Patung-patung itu berhasil dilepaskan dari penyangganya untuk dirobohkan. Patung setinggi 19 meter berbentuk tiga perempuan berpakaian seksi karya seniman Bali, Nyoman Nuarta.

Patung-patung itu harus dirobohkan karena diprotes oleh sebuah organisasi kemasyarakatan Islam Kota Bekasi. Ormas menilai patung-patung  bisa membangkitkan nafsu birahi atau bisa bikin horny.

“Akhirnya patung thogut itu dilengserkan juga. Ini jadi pelajaran bagi pengembang agar tidak seenaknya membuat patung yang menyinggung perasaan umat Islam apalagi tidak ada izin,” kata Ahmad, salah seorang unsur massa dari Forum Anti Pemurtadan Kota Bekasi sebagaimana diwartakan Antara 19 Juni 2010.

Seorang wanita yang merasa tidak nyaman dengan patung tersebut sambil marah meludahi muka patung disaksikan warga lain.

Nyoman Nuarta, pemahat patung-patung tersebut mengaku kecewa lantaran karyanya dirobohkan. isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) yang diusung untuk merobohkan patung di Perumahan Kota Harapan Indah, Bekasi, itu tidak berdasar. seperti simbol trinitas dan Bunda Maria.

“Itu mengada-ada, saya tidak tertarik memahat simbol agama,” kata Nyoman.

Nyoman pun mengaku tak habis pikir patung Tiga Mojang diklaim mengandung unsur pornografi (yang dapat membangkitkan nafsu-red) sehingga tidak pantas berdiri di Kota Bekasi, yang masyarakatnya agamais. Pasalnya, kata dia, tidak ada unsur pornografi dalam karyanya itu.

Padahal, lanjut Nyoman, gagasan memahat patung Tiga Mojang merupakan hasil dari eksplorasi budaya masyarakat Priangan yang memakai kemben sebagai pakaian adat pada hari-hari istimewa. Pakaian itu juga biasa digunakan seorang dara saat menyambut tamu yang dihormati.

“Orang yang menolak Tiga Mojang lupa terhadap budayanya sendiri,” ucapnya.

Nyoman pun menyindir alasan para penolak karyanya. Ia mengatakan, upaya paksa merobohkan patung Tiga Mojang merupakan bukti bahwa ormas Islam Bekasi tidak percaya pada keyakinannya sendiri.

Keberadan patung-patung tersebut juga dipermasalahkan perizinannya. Walikota Bekasi Mochtar Mohamad mengirim surat imbauan kepada pihak pengembang melalui surat nomor 300/1118-set/V/2010 tertanggal 17 Mei 2010 untuk membongkar sendiri bangunan patung, namun sampai sebulan patung tak kunjung dibongkar.

Agar tampak Islami, patung Tiga Mojang itupun disusulkan diganti menjadi patung KH. Noer Ali. Sosok KH Noer Ali merupakan pejuang nasional lahir di Bekasi pada 1914. Noer Ali mewakili nilai dan semangat pembangunan masyarakan dan Kota Bekasi.

“Religius dan patriotisme,” kata Wakil Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

 

About Abu Nisrina

Check Also

PBNU: Dalam 25 Tahun ke Depan Indonesia Alami Ledakan Intelektualitas

Satu Islam, Lumajang – Indonesia berpotensi mengalami ‘ledakan intelektualitas’ dalam 25 tahun ke depan. Pada …