Home / Nasional / Benarkah Soekarno Mewarisi Harta Karun King Solomon?

Benarkah Soekarno Mewarisi Harta Karun King Solomon?

qDb9sSJLWe
MTVN/Meilikhah

 

Satu Islam, Jakarta – Kekayaan Presiden Pertama RI Soekarno disebut-sebut melimpah dan tidak bisa dibayangkan. Pasalnya, Proklamator Kemerdekaan RI itu mewarisi harta karun dari raja-raja masa lalu, termasuk King Solomon, raja kaum Yahudi.

Hal itu diucapkan Permadi, mantan anggota DPR RI sekaligus paranormal kesohor. “Dari mana harta Bung Karno? Saya mau membual, Soekarno mewarisi harta karun King Solomon yang terkenal paling kaya.

Soekarno menguasai harta-harta kekayaan Indonesia dari raja-raja seperti Majapahit, Mataram dan hanya Soekarno yang tau dimana diletakkannya harta karun itu,” ungkapnya dalam bedah buku Harta Amanah Soekarno karya Safari ANS di Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu 7 Mei 2014.

Tak hanya itu, dari kacamata seorang Permadi, sosok Soekarno sangat berpengaruh di dunia hingga dipuji pihak asing dan diberikan suntikan dana. Bahkan, Permadi mengungkapkan, Israel dan pemimpin umat Katolik, Paus Yohanes Paulus I, tak segan menggelontorkan triliunan dolar AS untuk Soekarno.

“Tatkala Soekarno pidato di PBB, Israel, Yahudi terdiri dari dua kelompok. Yahudi ortodoks, percaya kebatinan, yang percaya negerinya (Soekarno-red) akan menjadi mercusuar, karenanya sampai menyumbangkan triliunan dolar ke Soekarno. Paus mengatakan, negara Soekarno akan menjadi mercusuar. Menyumbangkan triliunan dolar hingga (meminta Soekarno) mau jadi saksi The Green Hilton,” tuturnya.

Selain Permadi, bedah buku Safari ANS juga menghadirkan narasumber lain, salah satunya Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam. Namun, Asvi meragukan isi Harta Amanah Soekarno.

Ia meragukan keotentikan data Safari yang mendukung penulisan buku tersebut. Salah satu yang diragukan adalah cap kepresidenan yang digunakan Soekarno. “Setahu saya, cap presiden saat itu lambangnya padi kapas. Bukan Garuda. Tanda tangan Soekarno pun harus dianalisis kebenarannya,” kata Asvi.

Selain itu, Asvi pun meragukan dokumen The Green Hilton Agreement yang menjadi dasar penelitian ANS menulis buku tersebut. “Saya lihat itu dari salinan dokumen, ada kata Geneva. Masa itu bukti otentiknya, kalau dokumen asli tidak ada itu,” lanjutnya.

The Green Hill Agreement menjadi bahan rujukan investigasi dan penelitian 10 tahun penulis buku terhadap harta Soekarno. Asvi menyarankan Safari menyerahkan dan menguji kebenaran dokumen itu kepada Arsip Nasional RI.

Sejatinya, buku itu berusaha menguak misteri perjanjian antara Presiden RI Soekarno dengan Presiden Amerika Serikat John F Kennedy. Perjanjian keduanya disebut-sebut tertulis dalam The Green Hilton Memorial Agreement.

Disebutkan pula dalam buku, Amerika Serikat berutang 57 ribu ton emas dari Indonesia. Kemudian, AS menggunakan utang itu untuk mencetak uang dolar. (Metrotvnews)

About Abu Nisrina

Check Also

Mau Ubah Pancasila? Hadapi Dulu NU!

Satu Islam, Sumedang – PCNU Sumedang menyatakan sikap, bagi siapa saja yang mencoba ingin mengubah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *