Home / Nasional / Bapemas: Revisi Perencanaan Desa untuk Warga Korban Konflik Sosial

Bapemas: Revisi Perencanaan Desa untuk Warga Korban Konflik Sosial

workshop-revisi-sampang
Workshop LAKPESDAM NU dengan tema “Perencanaan Desa Pro Inklusi Sosial.”

Satu Islam, Sampang – Bertempat di Pondok Pesantren Darul Ulum Gersempal-Omben, Kamis 4 Juni 2015, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM NU) Sampang menyelenggarakan workshop dengan tema “Perencanaan Desa Pro Inklusi Sosial.” Kegiatan tersebut merupakan akselarasi implementasi program peduli dalam merespon Undang-Undang Desa dan nilai-nilai inklusi sosial.

Workshop dengan melibatkan Kyai/Ulama Nahdlatul Ulama (NU), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbang ), Camat,kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) , Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat dari desa Karanggayam dan desa Bluuran ini dihadiri oleh kurang lebih 25 undangan

Workshop bertujuan memberikan pemahaman pentingnya perencanaan desa yang peka konflik dan inklusi sosial serta perlunya keterlibatan atau partisipasi komunitas eks syiah-sunni dalam setiap kegiatan baik kegiatan sosial maupun kegiatan pembangunan ekonomi di desa Karang Gayam dan Bluuran.

Ketua Lakpesdam NU Sampang, Faisol Ramdhoni , memaparkan bahwa kegiatan ini berangkat dari hadirnya UU Desa saat ini yang secara jelas menganut sifat inklusif terhadap berbagai macam pengelompokan sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Dengan cakupan kelompok-kelompok di desa yang luas tentu saja hal ini mencakup warga korban konflik Sunni-Syiah (komunitas eks syiah-sunni). Maka hal itu berarti desa mesti menyiapkan suatu sistem perencanaan pembangunan yang berangkat dari semangat inklusi dan partisipasi yang luas. “ Harapan kami, ada prioritas pelayanan yang masuk di perencanaan Desa bagi warga korban konflik sosial di Desa Karang Gayam dan Desa Bluuran” ujarnya.

Sedangkan Kepala Bappeda Sampang, Drs. Hary Soeyanto MM menyampaikan, dengan adanya kegiatan ini pihaknya merasa terbantu karena bisa mendengar langsung aspirasi dan kebutuhan warga di lokasi konflik. Sehingga Pemerintah Daerah akan mempunyai pijakan yang aspiratif untuk merumuskan kebijakan-kebijakan dalam rangka pemulihan pasca konflik. Walaupun sebenarnya mulai tahun 2014 kemarin,pemerintah daerah sudah banyak melakukan pembangunan Infrastruktur di lokasi konflik seperti jembatan,jalan makadam, pavingisasi jalan dan lainnya. Bahkan di tahun 2015 ini, pihaknya mengaku sudah merencanakan kegiatan-kegiatan pembangunan.

“ Untuk tahun ini, pihaknya sudah merencanakan pembangunan embung air di lokasi konflik tepatnya di dusun Gedding Laok dan Insya Allah dalam waktu dekat akan segera direalisasikan” Kata Hary saat memaparkan kebijakan pemerintah di hadapan peserta workshop.

Pada kesempatan yang sama, Drs. Moh. Amiruddin selaku Kepala Bapemas Sampang menyatakan kesediaannya untuk membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat lokasi konflik dalam kebijakan-kebijkan implementasi UU Desa. Apalagi Bapemas memiliki wewenang untuk melakukan koreksi terhadap dokumen perencanaan desa yang diajukan oleh masing-masing desa. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada kecamatan dan kepala desa agar segera memasukkan kebutuhan prioritas dan realistis masyarakat di lokasi konflik ke dokumen perencanaan.

“ Mumpung saat ini masih dipersiapkan, kami meminta kepada Pak Camat agar segera memfasilitasi kepala desa untuk melakukan koreksi dan revisi perencanaan kegiatan agar memprioritaskan pelayanan kepada warga yang berada di dusun Gedding Laok dan Dusun Nang Kernang “ pintanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dusun Gedding Laok, Munaji menegaskan “ Atas nama warga dusun kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya apabila kebijakan itu benar-benar dapat direalisasikan karena itu bisa menjadi obat setelah sekian lama kami mengalami luka dan menderita sejak konflik terjadi “

Sumber: lakpesdamsampang.com

About Abu Nisrina

Check Also

Mahasiswa Purwokerto Pendukung HTI Tuding Jokowi Otoriter

Satu Islam, Purwokerto – Mahasiswa muslim yang tergabung KAMMI menggelar demo di depan kampus Universitas …

One comment

  1. biasanya konflik terjadi bersumber dari luar dan yg merasakan akibatnya warga sekitar sedang provokator menikmat hasilnya .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *