oleh

Muncul Lagi Fatwa Jihad Seks Bagi Perempuan Bersuami

10170871_728460190533836_9112605344391754256_nSatu Islam, Najaf – Lagi, muncul fatwa aneh mengenai jihad seks bagi perempuan yang masih gadis, janda ataupun bagi perempuan yang telah bersuami.

Media Irak Alghadeer TV Minggu, 22 Juni 2014 melaporkan fatwa ulama Wahabi Harith al-Dhari, yang menyerukan perempuan Irak di Mosul, serta semua wanita Arab untuk menyerahkan dirinya secara sukarela kepada teroris ISIS untuk jihad seks dalam rangka menaikkan moral kelompok radikal itu melawan tentara Irak.

Menurut al-Dhari yang sebagai ketua Asosiasi Cendikiawan Muslim Irak, dikeluarkannya fatwa itu dikarenakan minimnya stok perempuan di kalangan takfiri untuk memenuhi kebutuhan seks pasukan yang sedang bertempur menghadapi tentara Irak.

Fatwa jihad seks itu bukan saja ditujukan kepada wanita yang belum menikah atau janda, melainkan juga ditujukan bagi wanita yang telah bersuami  jika stok gadis tidak mencukupi.

Penerbitan fatwa aneh ini menuai kecaman di seluruh negara-negara Islam dan Arab. Ulama Al-Azhar Mesir menilai fatwa ini sebagai fatwa yang haram dan tercela serta menghina Islam.

Fatwa jihad seks pertama kali muncul sekitar bulan Desember 2012 saat perang Suriah sedang berlangsung yang diterbitkan oleh syeikh salafi garis keras asal Saudi Mohamed al-Arefe, yang beredar secara luas di jejaring sosial dan media online.

Akibat fatwa sesat itu, Menteri Dalam Negeri Tunisia, Lotfi Ben Jeddou, menyatakan banyak wanita muda asal negerinya yang pergi ke Suriah untuk menghibur para teroris dan pulang dalam keadaan hamil. Mereka mengobarkan “jihad seksual” dengan  melakukan hubungan badan dengan 20, 30, atau 100 laki-laki.

Sekitar bulan September 2013, persoalan wanita Tunisia yang melakukan jihad seks atau istilah mereka sebagai “jihad nikah”, menjadi perbincangan hangat di negeri itu. Koran Tunisia melaporkan, ada seorang pria muda Tunisia menceraikan istrinya setelah sang istri ketahuan menyeberang ke negara itu untuk bergabung dengan wanita lainnya menghibur pejuang oposisi Suriah.(sa-lam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed