oleh

Mufti Suriah Sebut Negaranya Dipecah-belah dengan Provokasi Agama

Ketua Dewan Rekonsiliasi Nasional Suriah Syeikh Adnan Al-Afyouni memperingatkan umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia, agar mewaspadai upaya memecah-belah bangsa dengan provokasi sentimen agama. Mereka menebar permusuhan, ada pembunuhan orang Kristen atau Syiah.

Mufti Damaskus itu mencontohkan negar-negara di Timur Tengah porak-poranda akibat perang saudara yang bermula dari provokasi bermotif agama. Suriah, katanya, negara kuno yang masyarakatnya sesungguhnya tak pernah berubah sedikitnya sejak 1.400 tahun lalu.

Suriah, kata dia, bukan negara homogen, sebaliknya punya keberagaman etnik dan agama. Masyarakat Suriah tidak membedakan satu rumah dengan rumah lain walau berbeda keyakinan. Mereka makan, minum, dan hidup bersama.

Mufti Damaskus syekh DR Adnan al-Afyouni mengutip banyak fakta menarik. Suriah adalah negara dengan penduduk heterogen dan beragam. Islam (dengan berbagai mazhab), Kristen, katolik dan lainnya hidup berdampingan secara damai. Harmonisasi ini sudah berlangsung berabad-abad. Karena menurut beliau, agama hadir untuk menyatukan bukan menciptakan konflik.

Sebelum konflik di tahun 2011 lalu, suriah adalah negara paling aman di dunia, lebih baik dari negara-negara di Eropa. Kebutuhan hidup tercukupi dengan baik dengan harga terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Sulit menemui orang-orang miskin disana.

Pendidikan diberikan gratis oleh pemerintah mulai dari tingkat dasar (TK) hingga perguruan tinggi. Termasuk lembaga pendidikan agama semacam pesantren disini. Kesehatan warga dijamin penuh oleh pemerintah dan diberikan secara cuma-cuma. Pemerintah pun memberikan bea siswa bagi pelajar asing yang ingin belajar di negerinya. Saat ini pelajar dari luar suriah berasal dari kurang lebih 60 negara. Para pelajar ini diterima dan diperlakukan sangat baik oleh warga disana.

Syekh al-Afyouni juga menjelaskan bila konflik bersumber dari negara-negara lain yang ingin menguasai sumber daya alam di suriah. Juga ketakutan Amerika bila suriah akan menyerang Israel. Catatan saya: Suriah adalah negara pelindung utama pengungsi warga Palestina & pemberi bantuan bagi pejuang2 Palestina. Yang terjadi bukanlah konflik agama, apalagi antar mazhab sunni-syiah. Murni konflik politik dari pihak luar suriah. Banyak negara asing mengirim milisi pemberontak ke suriah.

Saat ini, beliau menjadi ketua dewan rekonsiliasi nasional suriah. Berulang-ulang, syekh menyebut dahulukan kepentingan bangsa diatas segalanya. Persatuan jadi barang mahal. Konflik telah merusak ikatan kebangsaan disana.

Di bagian lain, Dubes Suriah untuk Indonesia, memuji kerukunan masyarakat disini yang terdiri dari keragaman agama, suku, ras & etnis. (Viva/hartawan)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.