oleh

Mufti Saudi Usulkan Jizyah Bagi Syiah

mempertanyakan-jizyahSatu Islam, Riyadh – Belum lama ini seorang mufti Arab Saudi membuat pernyataan, Muslim Syiah kafir dan harus membayar “jizyah” (semacam pajak dari non-Muslim kepada pemerintah) karena tinggal di wilayah Islam agar mereka tidak dibunuh.

Mengutip dari farsnews.com 7 Januri 2014 pernyataan ini disampaikan Syeikh Ali Al Rubaie, Mufti Saudi di laman pribadinya di salah satu situs jejaring sosial.

Mufti Saudi menganggap syiah sebagai kafir, kini ia mendesak agar dipungut jizyah dari warga Muslim Syiah. Oleh karenanya agar tidak dibunuh mereka diwajibkan membayar jizyah.

Menurut Rubaie di masa Rasulullah Saw, Khalifah Umar dan Utsman, para pendahulu Muslim Syiah di Bahrain, juga Persia dipungut jizyah.

“Kenapa orang Syiah harus lari dari membayar jizyah yang setiap tahunnya hanya satu dinar saja untuk setiap orang,” ungkapnya.

Agar jizyah tidak memberatkan Muslim Syiah, katanya, saya usulkan beberapa solusi, di antaranya jizyah dibayar dari uang khumus mereka sehingga tidak ada seorangpun yang berusaha membunuh kalian, dan Syiah secara resmi diakui sebagai sebuah keyakinan penyembah berhala.

 

Sementara itu praktik jizyah terhadap muslim Syiah ini sudah lama dilakukan oleh Taliban. Ketika rezim Taliban berkuasa di Afghanistan, kaum Syiah sama sekali kehilangan hak mereka sebagai Muslim.

 

Choong-Hyun Paik, seorang reporter PBB untuk masalah hak asasi manusia di Afghanistan, melaporkan tentang pembantaian di bulan Agustus 1997 yang dilakukan milisi Taliban terhadap minoritas Syiah di Hazara.

 

Ia menegaskan, “Semua pembantaian tersebut terlihat sistematik, terencana, dan sangat terorganisir.”

Ia melaporkan, sekitar 3000 kaum Syiah Hazara dibunuh di rumah-rumah mereka atau di jalan-jalan, selama enam hari pertama berkuasanya rezim Taliban. Total warga Syiah Hazara yang terbunuh (hingga laporan ini diturunkan) adalah antara 5000 hingga 8000 orang.

 

Pengeras suara di masjid-masjid digunakan untuk menyeru agar kaum Syiah Hazara pindah ke mazhab Sunni. Kaum Syiah juga diwajibkan membayar jizyah kepada rezim Taliban, karena dianggap di luar Islam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

2 comments

News Feed