oleh

Milisi Houthi Ingatkan Saudi untuk Berhenti Jadi Alat Amerika

Beberapa jam setelah meluncurkan operasi skala besar dan jauh di dalam wilayah Saudi, pemimpin gerakan Houthi Ansarullah menyampaikan pidato televisi, Abdul-Malik al-Houthi, mengatakan serangan itu mengirim pesan kuat ke Arab Saudi dan UEA untuk tidak menjadi alat di tangan AS dan sekutunya.

Houthi juga mendesak koalisi Saudi untuk menghentikan perang yang menghancurkan atau menghadapi konsekuensinya.

Para ahli mengatakan bahwa tentara Yaman mampu mencapai target apa pun yang mereka inginkan terhadap negara-negara agresor.

Kementerian Perminyakan Saudi mengakui serangan drone pada hari Sabtu, dan menuduh pejuang Ansarullah berusaha mengganggu aliran pasokan minyak internasional.

Pemimpin Ansarallah mengatakan gerakan itu sekarang telah memasuki fase keseimbangan kekuatan untuk memaksa Riyadh mengakhiri perang bertahun-tahun di Yaman yang tidak menghasilkan apa-apa selain jejak kematian dan kehancuran.

Selain itu Presiden Iran Hassan Rouhani juga membela serangan kelompok pemberontak Houthi ke ladang minyak Arab Saudi. Rouhani menyebut serangan itu sebagai peringatan akan kemungkinan perang yang lebih luas sebagai respons atas intervensi militer Saudi di Yaman.

“Orang-orang Yaman tersebut… belum menyerang rumah sakit, mereka belum menyerang sekolah, mereka belum menyerang bazaar di Sanaa. Mereka cuma menyerang pusat industri… untuk mengingatkan Anda,” ujar Rouhani usai rapat kabinet seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (18/9/2019).

“Ambil pelajaran dari peringatan ini dan pertimbangkan bahwa mungkin ada perang di wilayah tersebut,” kata Rouhani yang tampaknya ditujukan kepada para penguasa Saudi, yang telah menghabiskan dana miliaran dolar untuk membeli persenjataan Amerika Serikat.

Diketahui bahwa kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan drone ke fasilitas-fasilitas minyak Saudi. Namun pemerintahan Presiden Donald Trump menyimpulkan bahwa serangan-serangan itu melibatkan rudal-rudal penjelajah dari Iran. [ARN/DETIK]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed