oleh

Menlu Irak: Korban ISIS adalah Provinsi-provinsi Sunni

20150401antarafoto-isis-iraq010415
Pasukan Irak dan milisi Syiah merampas endera ISIS di Tikrit – Foto: Reuters

Satu Islam, Jakarta – Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim al-Jaafari  yang menghadapi rangkaian Peringatan 60 Tahun KAA menegaskan terorisme bukan reaksi sikap sektarian dari kelompok yang berseberangan, melainkan aksi biadab antikemanusiaan dari kelompok-kelompok teroris seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Dia juga membantah konflik sektarian di Irak terjadi karena ada gesekan antara warga Syiah dan Sunni di negerinya.

“Kita saksikan di Irak terutama, provinsi-provinsi yang menjadi korban ISIS adalah provinsi-provinsi Sunni, sehingga bukan karena konflik Sunni-Syiah karena semua juga ikut dirugikan oleh ISIS,” kata dia di Jakarta, Minggu, 19 April 2015.

Dia mengatakan ada agama lain di Irak yang terkena dampak ISIS, seperti Yazidi, di mana para penganut agama-agama itu dibakar dan dibunuh.

“Ketika kita menyaksikan adanya pembunuhan, pemenggalan kepala warga tidak berdosa, penganiyaan kepada anak-anak kecil, maka tidak perlu lagi kami jelaskan kekejaman ISIS, kita semua menyaksikan kekejaman itu,” tegas dia.

Ia menyatakan ada keterlibatan warga negara dari sekitar 62 negara dalam ISIS sehingga perlu kerja sama banyak pihak untuk mencegahnya, namun keterlibatan itu hanya mewakili individu, bukan negara.

Meski masalah ISIS mengemuka, dia menegaskan tidak ada permintaan khusus dari Indonesia untuk membahas ISIS pada Pertemuan Pejabat Tingkat Tinggi (Senior Official Meeting) kawasan Asia-Afrika di Jakarta, Minggu.

“Secara tekstual tidak ada (pembahasan ISIS), namun tentu ada pembahasan mengenai terorisme secara umum,” kata Jaafari.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed