oleh

Membaca Perubahan Sikap Trump, Melunak Pada Korea Utara dan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemarin mengatakan negaranya tidak menginginkan ada perubahan rezim di Iran. Ketegangan antara AS dan Iran belakangan memuncak menyusul Negeri Paman Sam yang menambah jumlah pasukan ke kawasan Timur Tengah dengan alasan akan menghadapi ancaman Iran.

“Saya kenal banyak orang dari Iran. Mereka adalah orang-orang hebat. Mereka punya kesempatan jadi negara hebat dengan pemimpin yang sama,” ujar Trump dalam jumpa pers di Tokyo dalam kunjungan kenegaraan, seperti dilansir laman Arab News, Senin (27/5).

“Kami tidak ingin perubahan rezim. Saya ingin tegaskan itu. Kami hanya ingin tidak ada lagi senjata nuklir. Saya tidak ingin menyakiti Iran sedikit pun,” kata Trump.

Jumat lalu AS mengatakan mengerahkan 1500 personel tentara tambahan ke Timur Tengah untuk menghadapi ancaman dari Teheran.

Sejak Trump memutuskan menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional tahun lalu, ketegangan dengan Iran kian memanas.

Dalam jumpa pers kemarin Trump kembali menyayangkan ‘kesepakatan nuklir yang buruk dengan Iran’ tapi dia juga masih terbuka dengan negosiasi baru.

“Menurut saya kita akan bersepakat,” kata Trump.

Beberapa jam sebelumnya Trump juga berkukuh: “Saya percaya Iran akan mau berbicara dan jika mereka mau berdialog, kami juga mau.”

Pernyataan Trump yang terdengar lebih berkompromi terhadap Iran juga sama dengan sikapnya kepada Korea Utara. Dalam kunjungan ke Jepang sejak kemarin, isu Pyongyang menjadi agenda penting dalam lawatan Trump ke Jepang.

Presiden AS yang sudah dua kali bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong-un itu menyebut Kim sebagai sosok pria yang cerdas dan berniat untuk melakukan denuklirisasi.

“Dia paham, dengan nuklir hanya hal buruk yang akan terjadi. Dia orang yang cerdas dan cukup paham,” ujar Trump seraya mengulangi lagi perkataan yang menyebut Korut punya potensi ekonomi yang luar biasa.

Trump juga sekali lagi mengabaikan peluncuran roket Korut di bulan ini. Padahal Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton menyebut uji coba peluncuran roket Korut itu melanggar resolusi PBB.

“Orang saya berpendapat itu adalah pelanggaran. Saya melihatnya itu hanya tindakan orang yang ingin mencari perhatian,” kata Trump.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berkeras dia ingin bertemu langsung dengan Kim Jong-un untuk membahas masalah denuklirisasi ini dan mengangkat isu warga Jepang yang diculik di Pyongyang. [merdeka]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed