oleh

Melihat Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Berbagai Negara

Seorang remaja dengan wajah yang dicat bertuliskan “Muhammad” mengikuti peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad di Sanaa, Yaman 11 Desember 2016 – Foto: Reuters

Satu Islam – Bagi sebagian muslim dari Ahlussunnah wal jamaah dan Syiah memperingati hari kelahiran atau Maulid nabi Muhammad saw merupakan sesuatu yang penting dan dinilai sebagai ibadah.

Bagi umat Islam yang mengekspresikan kegembiraan dan rasa syukurnya atas kelahiran Nabi Muhammad, mereka melukiskannya dalam bentuk perayaan dan acara-acara di negara dan daerah masing-masing.

Di belahan dunia, sebagian umat Islam merayakan peringatan Maulid Nabi dengan semarak. Mereka bersuka cita atas hadirnya manusia suci teragung di dunia ini yang menyelamatkan umat manusia dari penindasan orang-orang yang menjadikan dirinya sebagai ‘Tuhan bertulang’.

Dikutip dari serambimata dan berbagai sumber lainnya, berikut Perayaan Maulid Nabi Muhammad saw di berbagai penjuru dunia :

1. Perayaan Maulid Nabi DI Asia dan Australia.

Berikut ini beberapa event Maulid Nabi Muhammad yang digelar di berbagai negara di Asia dan Australia.

Di Brunei Darussalam, perayaan maulid dipusatkan di Bandar Seri Begawan. Malam sebelumnya digelar pembacaan rawi Maulid Syaraful Anam di Istana Nurul Iman. Kemudian siang harinya semua laki-laki keluar rumah untuk berkumpul di alun-alun bersama sultan, menteri dan segenap keluarga kerajaan. Momen ini disebut dengan ‘Perarakan Agung’, yakni berkeliling Bandar Seri Begawan sejauh 4,3 km sambil melantunkan shalawat dan salam.

Indonesia sebagai negeri dengan populasi muslim terbanyak di dunia memiliki tradisi perayaan maulid yang beragam. Hari kelahiran Nabi Muhammad menjadi salah satu hari libur resmi di sini. Setiap tahun, di istana negara digelar pengajian peringatan Maulid Nabi. Begitu pula di kota-kota lainnya, baik di masjid, lapangan, hingga rumah-rumah warga.

Misalnya di Banda Aceh, sebuah daerah istimewa di Indonesia yang disebut sebagai Serambi Mekah. Perayaan Maulid Nabi yang dalam bahasa Aceh disebut Kenduri Maulod merupakan perayaan yang terbesar bila dibandingkan dengan tradisi-tradisi lain di Aceh. Yakni dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad sebagai Pang Ulee Alam (penghulu Alam). Begitu pula di daerah-daerah kesultanan lain, semisal Yogyakarta dan Surakarta (gerebeg Mulud), Cirebon (Panjang Jimat), maupun Garut (Ngalungsur), berupa parade pusaka dan pasar tumpah selama berhari-hari. Acara-acara Maulid besar juga digelar secara massal swadaya oleh warga seperti di Madura (Muludhen) dan daerah-daerah lainnya. Tradisi perayaan yang digelar pun mirip, intinya warga berkumpul di suatu tempat, kemudian pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, riwayat kehidupan Nabi Muhammad, dzikir, doa, tausiyah, dan ditutup dengan makan bersama.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Malaysia

Di Malaysia, perayaan maulid tidak berbeda jauh dengan di Indonesia. Arak-arakan kaum muslimin berkumpul di ruangan besar unuk kemudian digelar pengajian akbar. Dan tentu saja, sebagaimana di Indonesia, di Malaysia pun ada kalangan yang tidak sepakat dengan perayaan maulid nabi sebagai inovasi yang tidak ada dasarnya dalam agama.

Kita bisa melihat bagaimana tradisi lokal dan karakter keislaman berpadu dengan baik pada masyarakat muslim di China, misalnya kaum muslimin Xinjiang maupun Uighur. Dalam perayaan ini, mereka tidak hanya membaca Qur’an, tausiyah, bershalawat dan salam kepada Baginda Nabi, tapi juga menggelar pesta dengan menyembelih hewan-hewan ternak, tradisi ini juga sekaligus momen untuk mendoakan arwah para leluhur mereka.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Thailand

Sedangkan di Australia, perayaan maulid utama (Grand Mawlid) dipusatkan di Sydney Olimpic Park. Acara bertajuk ‘Multicultural Mawlid’ ini diselenggarakan secara resmi oleh Darul Fatwa Australia. Tempat itu akan dihias dengan berbagai bendera, bunga, balon, dan sebagainya. Kaum muslimin berkumpul di sana, menyimak bacaan Al-Quran, nasyid-nasyid Islami dan pujian bagi Rasulullah yang dilantunkan anak-anak muslim Australia dalam berbagai bahasa, serta ceramah keagamaan yang menggugah. Momen ini juga menjadi ajang silaturahim antarmuslim di Benua Kangguru ini.

2. Perayaan Maulid Nabi Di Afrika.

Perayaan Maulid di Afrika agak berbeda dengan perayaan-perayaan di Asia atau Timur Tengah. Bahkan nama perayaannya pun khas sesuai dengan tradisi negara-negara atau daerah penyelenggaranya. Di Sudan, perayaan maulid disebut ‘Havliye’, di Mali disebut ‘Donba’ (Hari Besar), di Nigeria disebut ‘Gani-gani’.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Nigeria

Di negara-negara Afrika tersebut, umat Islam merayakan maulid dengan antusias, bahkan surat kabar dan media-media setempat memuat edisi khusus tentang perayaan ini. Asal mula perayaan maulid di Afrika bahkan disebut-sebut lebih tua dari perayaan di Timur Tengah. Selain itu, perayaan-perayaan di Afrika ini sarat dengan tradisi dan budaya lokal.

Kaum muslimin di Senegal, misalnya, menjadikan hari kelahiran Rasulullah saw. ini sebagai momen berkumpulnya mereka di ibukota negara, yakni Dakar, atau di kota-kota besar lain semisal Tivavuan dan Kaolack. Perayaan maulid ini begitu membahana, dipimpin seorang syaikh dari tarekat Tijaniyyah, Syaikh Ibrahim Niasse. Pada momen ini, banyak pengunjung berdatangan dari berbagai kota di wilayah Afrika Barat.

Di Mali, umat Islam juga menggelar perayaan maulid dengan meriah. Mereka berkumpul di masjid untuk shalat, berdoa, shalawat, dan menyenandungkan syair pujian tentang Nabi Muhammad. Acara semacam ini digelar di berbagai kota di sana, seperti Djenne maupun di kota yang dikenal sebagai kota dengan 333 wali, Timbuktu.

Di Nigeria, perayaan maulid digelar selama 7 hari berturut-turut. Di momen itu, diadakan perlombaan tilawah Al-Qur’an antar sekolah-sekolah, penerjemahan dan pembacaan teks-teks Islam ke bahasa lokal yang berisi sejarah kehidupan Nabi Muhammad

Di Addis Adaba, Etiopia, umat Islam yang berpopulasi 40% dari total penduduknya, juga merayakan Maulid Nabi. Bahkan, setelah pembacaan sirah nabawiyah dan ceramah dari para ulama, mereka menyembelih hewan unuk kemudian disedekahkan kepada kaum fakir miskin. Acara makan-makan pun digelar, baik bersama-sama maupun per rumah, dan mereka tak segan mengundang tetangga-tetangganya yang beragama Kristen.

Tak jauh beda dengan perhelatan di Kenya, tepatnya di Lamu. Bahkan sejak tahun 1990, Museum Nasional Kenya menjadi sponsor tetap bagi perayaan maulid di sana. Tidak hanya acara-acara yang bersifat ritualistis, dim momen ini juga digelar pertandingan renang, lomba hias henna, balap keledai, dan sebagainya. Sangat meriah!

Inilah sekelumit jendela tentang perayaan-perayaan maulid di Afrika.

3. Perayaan Maulid Nabi Di Afrika di Eropa.

Setiap tahun, hari kelahiran Nabi Muhammad saw dirayakan dengan berbagai kegiatan yang berbeda di beberapa bagian Eropa. Di hampir setiap negara di Eropa, kaum muslimin berkumpul pada malam yang diberkati ini, untuk berdoa dan bersuka cita bersama-sama. Umumnya, acara-acara ini diadakan di pusat-pusat komunitas, semisal masjid aau Islamic Centre.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Inggris

Misalnya di London, Inggris, acara dimulai dengan pembacaan Al-Qur’an, dilanjutkan dengan ceramah tentang pentingnya peran organisasi-organisasi ini berperan dalam memperkuat ikatan antar-muslim, pembacaan nasyid dalam bahasa yang berbeda dari berbagai latar belakang etnis, lalu digelar jamuan untuk para tamu. Di luar London, banyak lagi organisasi atau perkumpulan uma Islam yang menyelenggarakan perayaan maulid di berbagai daerah. Berbagai kegiatan disusun, seperti konferensi, ceramah, seminar, kompetisi, kuis, parade maulid, pembacaan Al-Qur’an dan tentu saja salawat salam untuk Nabi.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Granada Spanyol

Di Spanyol, sebuah negara Eropa dengan populasi muslim yang sangat besar, perayaan kelahiran Nabi Muhammad bisa ditengok dari sejarah tentang Granada dan Andalusia. Perayaan Maulid menjadi hari libur resmi di Mesir dan Afrika Utara mulai abad ke-10 atau ke-11. Setelah hari libur maulid ini populer di Afrika Utara pada akhir abad ke-13 (hingga hari ini), maka dengan cepat menyebar ke seluruh Granada.

Di masa lalu, perayaan maulid di Andalusia tidak berbeda dengan perayaan di Timur Tengah. Misalnya, di abad ke-14, perayaan Maulid di Granada digelar sepanjang malam, selama dua belas jam, dimulai dengan shalat Maghrib saat matahari terbenam, shalat Isya ‘, hingga shalat Subuh di fajar pagi selanjutnya. Di acara ini disediakan makan malam, makanan ringan larut malam, dan sarapan di pagi berikutnya. Berbagai macam makanan disajikan untuk para tamu. Makanan penutup terdiri dari kue-kue yang dibuat dengan gula, juga ada air mawar dan buah-buahan, seperti ceri dan apel dari Granada, buah ara kering dari Almunecar, dan buah delima dan anggur dari Malaga.

Lantunan kasidah didendangkan oleh para munsyid yang berbeda sepanjang malam. Selain kewajiban shalat jamaah dan bacaan Al-Quran, acara malam itu diisi pembacaan kasidah dan puisi-puisi klasik abad pertengahan.

Jerman dan Perancis, negara-negara di mana populasi besar kaum muslimin bermigrasi di masa lalu, juga digelar perayaan maulid. Di Jerman, umat Islam berkumpul bersama di masjid dan aula untuk merayakan kelahiran Nabi. Di Perancis, perayaan maulid Nabi Muhammad telah menjadi tradisi dalam beberapa dekade terakhir.

Di negara-negara lain seperti Belgia, kelahiran Nabi Muhammad dirayakan dengan berbagai kegiatan, seperti di negara-negara Eropa lainnya. DiPolandia telah menjadi tradisi bagi kaum muslimin di sana untuk berdoa bersama di masjid-masjid, kemudian mengunjungi kerabat pada hari yang diberkati ini.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Rusia

Sedangkan di Rusia, perayaan maulid diselenggarakan dalam ruangan konser besar, dihadiri ara ulama, anggota parlemen Rusia, sejumlah akademisi, penulis, serta orang-orang dari latar belakang dan etnis yang berbeda. Lomba puisi disusun untuk memilih puisi terbaik yang mengungkapkan cinta untuk Nabi. Lagu-lagu Islami dinyanyikan oleh berbagai kelompok dan anak-anak

Salah satu perayaan maulid paling antusias digelar di Ukraina. Mufti Ukraina menyelenggarakan kegiatan Maulid di aula besar dengan ribuan orang yang hadir. Acara ini dimulai dengan pembacaan Al-Qur’an, lalu kelompok nasyid menyenandungkan syair-syair Islam berbahasa Arab, Rusia, Turki dan Tatar. Kehidupan Nabi dikisahkan disertai dengan visualisasi yang indah. Setelah acara ini, permen-permen dibagi-bagikan oleh anak-anak untuk para tamu.

Di Denmark, ada asosiasi wanita yang mengatur perayaan maulid. Dalam program tersebut, kompetisi syair juga diadakan untuk kategori usia yang berbeda. Acara dimulai dengan pembacaan Al-Qur’an setelah shalat Dzuhur. Kemudian syair dinyanyikan untuk memuji Nabi Muhammad, lalu ada ceramah keagamaan. Di sini juga berbagai hadiah diberikan kepada para wanita dan anak-anak, acara berakhir dengan salaam kepada Nabi Muhammad dan doa.

Maulid Nabi Muhammad juga dirayakan di Austria. Di Belanda, kelahiran Nabi Muhammad dirayakan dengan berbagai kegiatan. Perkumpulan besar dihelat selama berhari-hari, di aula besar dan dihadiri orang-orang dari latar belakang etnis yang berbeda (Maroko, Arab, Turki, dan asli Belanda). Kehidupan Nabi Muhammad disosialisasikan di acara ini. Di jalan-jalan, mereka membagikan mawar yang disisipi kertas kecil bertuliskan hadits Rasulullah. Dalam momen ini, sumbangan dan makanan pun dibagi-bagikan.

Di Yunani, kaum muslimin berkumpul di Syntagma Square, di ibukota Athena, mereka menyenandungkan syair Islami untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad. Kemudian Al-Qur’an dibacakan dan diakhiri dengan doa bersama.

4. Perayaan Maulid Nabi di Amerika dan Timur Tengah.

Sebagaimana di Asia, Afrika, Eropa, dan Australia, kaum muslimin di Amerika dan Timur Tengah pun mengekspresikan kegembiraan mereka atas elahiran Baginda Nabi Muhammad saw. dengan perayaan dan acara-acara seremonial.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Amerika Serikat

Di Amerika, Komunitas-komunitas kaum muslimin di negeri Paman Sam ini juga merayakan Maulid Nabi di lingkungan masing-masing. Beberapa organisasi keislaman yang menyelenggarakannya missal; AICPA (Association of Islamic Charitable Projects), Minhaj-ul-Qur’an International, Zaytuna College, Harari, maupun lainnya. Acara maulid digelar di berbagai lokasi, di California, Philadelphia, Montreal, Los Angeles, New York, Washington, dan lainnya. Perhelatan ini kebanyakan diisi dengan rangkaian acara formal, sambutan-sambutan para tokoh, ceramah keagamaan, dialog, dan jamuan makan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Palestina

Di Timur Tengah, hari kelahiran Nabi Muhammad pada 12 Rabi’ul Awwal dijadikan sebagai ‘tanggal merah’ aau Hari Libur Nasional. Hal ini berlaku di Bahrain, Iran, Iraq, Jordan, Kuwait, Lebanon, Oman, Palestina, Suriah, United Emirat Arab, dan Yaman. Di negara-negara ini, Maulid Nabi digelar secara resmi oleh pemerintah maupun secara mandiri oleh masyaraka di komunitas masing-masing.

Di Oman, perayaan Maulid dihadiri oleh Raja Abdullah II di istana negara. Di Suriah, presiden beserta para menteri berkumpul bersama para mufti dan ulama, serta masyarakat untuk merayakan Maulid Nabi di masjid ibukotanya. Di Bahrain, perayaan maulid juga disiarkan melalui televisi nasional. Di Palestina, masyarakat mengadakan pawai besar dari Qubbatus Shakhra menuju Masjidul Aqsha diiringi arak-arakan marching band kepanduan. Perayaan Maulid Nabi juga digelar di Masjid Ibrahil al-Khalil di West Bank, Hebron, Palestina.

Adapun tiga negara di Timur Tengah tidak menjadikan hari maulid sebagai hari besar, yakni Israel, Arab Saudi, dan Qatar. Meski begitu, perayaan Maulid Nabi tetap dilaksanakan oleh komunitas-komunitas masyarakat muslim yang ada di sana, misalnya di Rushaifah Mekkah, Jeddah, juga Madinah. Kecuali di Israel.

Di Iran, yang mayoritas bermazhab Syiah, mereka bersama muslim Sunni memperingati Maulid Nabi diisi pesan-pesan persatuan Islam. Peringatan diisi pula dengan lomba-lomba yang bertemakan maulid dan persatuan umat Islam, baik itu lomba penulisan karya tulis ilmiah, ceramah, pembuatan film pendek dan lain sebagainya. Di Tehran, sebagai ibu kota negara, setiap tahunnya diselenggarakan konferensi internasional persatuan Islam yang mengundang ulama-ulama dan cendekiawan muslim dari berbagai negara.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw tahun 2015 lalu, di Tehran selama dua hari, 7-9 Januari 2015 yang bertepatan dengan 15-17 Rabiul Awal 1436 H, mereka menyelenggarakan Konferensi Internasional Persatuan Umat Islam ke-28 dengan tema, “Umat Satu, Kendala dan Solusinya” tersebut dihadiri 600-an ulama Sunni dan Syiah dari 69 negara dunia.

Foto: Reuters

Di Yaman, negara yang masih dilanda kecamuk perang, spanduk besar bertuliskan “Muhammad” dipampang di Sanaa, Yaman. Ribuan warga Yaman yang diselenggarakan oleh gerakan Houthi berkumpul untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada hari Minggu, 11 Desember 2016.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Sanaa dijadikan momentum menggelorakan spirit perjuangan melawan arogansi Arab Saudi yang menggelar operasi militer. Ribuan wanita yang mendukung gerakan Houthi ikut dalam peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad. Mereka meneriakkan Labbayka Ya Rasulullah sambil membawa bendera-bendera hijau bertuliskan slogan yang sama.

Beberapa perayaan tersebut menggambarkan betapa antusiasnya negara si berbagai belahan dunia dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.  Ternyata tidak hanya di Indonesia kan?.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.