oleh

Liputan Asyura di Bandung

Satu Islam-Yasser Arafat

mecca2Satu Islam, Bandung – Bung Karno pernah berkata, “Jas Merah, Jangan sekali-kali melupakan sejarah.” Itulah pesan yang disampaikan pendiri Republik ini kepada generasi di masa hidupnya dan juga generasi selanjutnya.

Pesan itulah yang melatarbelakangi Pengurus Wilayah Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jawa Barat menggelar acara peringatan Asyura, hari kesepuluh dalam bulan Muharram, Kamis (12/11). Suasana duka begitu menyelimuti acara yang digelar di halaman SMA Plus Muthahhari tersebut.

Mereka, ribuan para pecinta keluarga Nabi dari sejumlah daerah di Jawa Barat dengan berpakaian serba hitam berduyun-duyung datang dan memadati halaman SMA yang berada di Jalan Kampus II Babakan Sari, Kiaracondong, Bandung itu.

Bagi muslim Syiah, 10 Muharram adalah hari dimana mereka mengenang pengorbanan pahlawan agung dalam Islam yang karena perjuangannya Islam diselamatkan dari penyimpangan. Dialah Husain, putra Ali bin Abi Thalib, cucu dari Nabi Muhammad Saw.

Pada tahun 61 H, umat Islam dikuasai oleh kelompok yang mengatasnamakan agama untuk kepentingan dunia. Islam berubah muka, penyelewengan terjadi dimana-mana, penindasan atas yang lemah merajalela.

“Saat itu al-Husain berjuang untuk menegakkan kembali Islam seutuhnya, Islam yang diajarkan kakeknya. Ia mengingatkan umat. Namun perjuangannya berakhir di Padang Karbala Irak. Ia gugur bersama 72 keluarga dan sahabatnya,” cerita Jalaluddin Rakhmat, Ketua Dewan Syura IJABI.

Lelaki yang akrab disapa Kang Jalal ini menambahkan, perjuangan Husain tidak berakhir. Gugurnya Husain justru menjadi awal dari setiap perjuangan melawan ketidakadilan. Kisahnya memberikan semangat pada setiap pahlawan di berbagai belahan dunia. Riwayat kematian Husain menginspirasi sejumlah tokoh besar dalam sejarah.

“Bung Karno di antaranya. Ia berkata bahwa Husain adalah panji berkibar yang diusung oleh setiap orang yang menentang kesombongan di zamannya, dimana kekuasaan itu telah tenggelam dalam kelezatan dunia serta meninggalkan rakyatnya dalam penindasan dan kekejaman,” tuturnya.

Kendati sempat mendapatkan penolakan dari sejumlah pihak yang mengatasnamakan ormas Islam Jawa Barat, acara tersebut tetap berlangsung khidmat. Pada kesempatan tersebut, penyelenggara mengajak ribuan jamaah untuk mendeklarasikan komitmen akan kebhinekaan, kembali ke cita-cita proklamasi dan konstitusi NKRI.

(Yasser Arafat | Ed : Syb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed