oleh

Lebanon Perintahkan Penangkapan Seorang Agen Israel

Seorang hakim Lebanon mengeluarkan surat perintah penangkapan pada Selasa, 18/09/19, bagi seorang warga Amerika keturunan Lebanon yang mengaku bekerja untuk Israel selama hampir dua dekade, kata pejabat pengadilan Lebanon.
Para pejabat mengatakan penjabat hakim investigasi militer Najat Abu Shakra menunda pemeriksaan terhadap Amer Fakhoury di Pengadilan Militer di Beirut sambil menunggu izin dari Asosiasi Pengacara Lebanon agar seorang pengacara Amerika dapat hadir.

Para pejabat mengutip peryataan Fakhoury mengatakan kepada hakim bahwa dia ingin pengacara Amerika itu hadir dan karena dia tidak memiliki izin dari Asosiasi Pengacara, hakim memutuskan untuk menunda pemeriksaan. Belum ada tanggal yang ditetapkan untuk sesi berikutnya, kata para pejabat yang berbicara dengan syarat anonimitas sesuai dengan peraturan.

Fakhoury ditahan setelah kembali ke Lebanon dari AS awal bulan ini. Dia telah bekerja sebagai sipir senior di Penjara Khiam di Lebanon selatan yang dijalankan oleh seorang milisi yang didukung Israel, yang dikenal sebagai Tentara Lebanon Selatan, sampai Israel mengakhiri pendudukan 18 tahun di daerah itu pada tahun 2000.

“Departemen Luar Negeri tidak mengomentari kasus-kasus yang melibatkan warga Amerika karena pertimbangan privasi,” kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri.

Di luar pengadilan, sejumlah orang berkumpul, termasuk mantan tahanan penjara Khiam, beberapa di antaranya menuntut hukuman mati untuk Fakhoury.

“Pertama-tama kami ingin pengadilan militer menjatuhkan hukuman mati dengan menggantung Amer Fakhoury dan semua yang seperti dia, apakah mereka di dalam Lebanon atau di luar, yang berusaha menghapus sejarah mereka dan kembali ke Lebanon,” kata Firyal Hammoud, mantan narapidana di penjara Khiam. “Kami tidak menerima kurang dari hukuman mati di depan umum.”

Lebanon dan Israel secara resmi berperang sejak penciptaan Israel pada tahun 1948. [IT]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed