Home / Internasional / Krisis Regional Telah Buat Timur Tengah menjadi Gudang Senjata dan Amunisi

Krisis Regional Telah Buat Timur Tengah menjadi Gudang Senjata dan Amunisi

Satu Islam, 27 April 2018- Sekjen Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkhani mengatakan, kebijakan pasti AS di wilayah Asia Barat adalah mengelola ketidakamanan dan melakukan destabilisasi demi menambah pangkalan militer, menjual senjata dan mencampuri urusan kawasan.

Dia menyampaikan hal itu pada Pertemuan Internasional Perwakilan Tinggi untuk Isu Keamanan ke-9 di kota Sochi, Rusia, Rabu (25/4/2018).

“AS sebagai eksportir utama senjata dan amunisi, telah mengubah Timur Tengah sebagai gudang senjata dan amunisi,” ujar Shamkhani dalam pidatonya di pertemuan tersebut.

Dia menekankan bahwa krisis regional termasuk di Suriah, Yaman, Libya, Afghanistan dan Semenanjung Korea, sama sekali tidak memiliki solusi lain selain dialog dan penyelesaian politik.

Menurut Shamkhani, adanya pemahaman keliru di pikiran beberapa penguasa bahwa krisis tersebut dapat diakhiri dengan perang, telah membuat solusi politik terabaikan.

 

“Daripada berkoalisi untuk perang, lebih baik berkoalisi untuk perdamaian dan persahabatan. Daripada aset nasional negara-negara digunakan untuk perlombaan senjata, lebih baik dipakai untuk mengatasi kemiskinan, untuk pembangunan dan kesejahteraan,” tambahnya.

Dia menilai benua Asia terutama Asia Barat membutuhkan sebuah struktur dan mekanisme kerjasama politik, keamanan dan militer sehinggga dapat mengelola konflik dan meredam api perang, tanpa perlu campur tangan para pemain trans-regional.

Mengacu pada isu Palestina, pejabat Iran ini mengatakan, pengumuman al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel oleh AS tidak sejalan dengan upaya penyelesaian krisis Palestina.

“Keputusan itu justru akan mengobarkan api perang di Palestina,” ujarnya. 

Check Also

Bangsawan Saudi ‘Menghilang’ setelah Bertanya tentang Khashoggi

Setidaknya lima bangsawan Saudi dilaporkan hilang setelah mereka berusaha menyuarakan ketidakpuasan dengan hilangnya jurnalis Jamal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.