oleh

Kontras : Jangan Pilih Capres yang Tak Bisa Lindungi Minoritas

193158_kontraselza
Jumpa pers KontraS (Foto: Elza/detik)

 

Satu Islam, Jakarta – Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar mengimbau masyarakat tidak salah memilih calon presiden. Presiden selanjutnya harus berkomitmen melindungi kaum minoritas dan tidak memiliki catatan buruk terkait pelanggaran HAM.

“Dalam perspektif HAM untuk menjaga supaya tidak ada pelanggaran-pelanggaran HAM lagi maka jangan pilih presiden yang pernah melanggar HAM. Karena bagaimana mungkin kita meminta penegakkan HAM dalam isu keberagaman jika orang tersebut tidak cakap dalam HAM,” ujar Haris dalam jumpa pers di Kantor KontraS, Jl. Borobudur No. 14, Menteng, Jakpus, Kamis 15 Mei 2014.

Dia berharap masyarakat memilih presiden yang memahami keberagaman dalam Indonesia. “Isu ini penting karena salah satu ciri Indonesia adalah keberagaman. Jadi persatuan Indonesia itu bukan penyeragaman Indonesia,” terang Haris.

Untuk mengetahui visi capres yang sesuai, Haris berharap debat yang dilakukan antar kandidat menyelipkan topik HAM. “Negeri ini bisa hancur kalau persoalan-persoalan ini dihindari untuk dibahas,” katanya.

Menurutnya pemimpin nasional belum menunjukan tindakan nyata melindungi kaum minoritas. Namun dia khawatir kelompok minoritas korban diskriminasi malah akan menjadi alat kampanye.

“Kalau melihat beberapa pemilukada kan itu kejadian, cara mereka berkampanye dengan membangun kebencian pada satu kelompok agama. Jadi dengan kelompok itu mereka bisa mengkonsolidasikan suara seolah-olah si calon ini calon itu adalah representasi untuk melawan kelompok minoritas itu,” lanjut dia.

Dia berharap Presiden SBY memberi peringatan kepada para capres untuk bersaing sehat. “Siapapun yang berkampanye jangan pernah merugikan, mencederai suatu kelompok-kelompok tertentu,” kata Haris.(Detik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed