oleh

Kisah Pohon Soekarno Tempat Berteduh di Arafah

kisah-pohon-soekarno-tempat-berteduh-jemaah-haji-di-arafah-150922p
Pohon Soekarno, Arab Saudi – Sumber: Www.kabarmakkah.com

 

Satu Islam, Mekkah – Saat musim haji terutama menjelang pelaksanaan wukuf, Padang Arafah di Arab Saudi kian dipadati jutaan jemaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia.  Di tengah teriknya sinar mentari yang menyengat, di padang pasir yang luas itu terdapat pohon unik, pohon soekarno.

Pohon Soekarno kerap menjadi tempat berlindung dan berteduh para jemaah. Padang Arafah luasnya sekitar 5,5 x 3,5 km, yang dikelilingi bukit-bukit. Salah satunya adalah Jabal Rahmah, yaitu bukit yang diyakini sebagai tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa setelah dipisahkan kembali selama 300 tahun dari surga.

Lokasi padang Arafah, kurang lebih sekitar 26 km sebelah tenggara Kota Mekkah. Jamaah haji suka berlindung di pohon soekarno untuk menghindari sinar matahari yang panas.  Roso Daras dalam bukunya Soekarno, Sejarah yang Tercecer menuliskan, dinamakan pohon soekarno, sebagai penghargaan bangsa Arab kepada Presiden Republik Indonesia yang pertama itu.

Tak banyak yang tahu asal-usul penamaan pohon ini hingga menggunakan nama Proklamator RI, Soekarno. Namun beberapa sumber mengatakan, penamaan pohon Soekarno merupakan bentuk penghargaan bangsa Arab kepada Presiden Republik Indonesia yang pertama itu.

Soekarno lah yang menggagas penghijauan di Padang Arafah. Konon, Soekarno pula yang memilihkan jenis tanaman, hingga menyiapkan sebuah tim penghijauan di Arafah. Gagasan Soekarno berhasil. Padang tandus dengan permukaan batu cadas nan gersang, berhasil dihijaukan.

Raja Fahd, ketika itu sangat berterima kasih dan mengabadikan nama “pohon soekarno” untuk pohon-pohon yang sekarang menghijaukan areal di Arafah tersebut.

Di Indonesia, jenis pohon yang ditanam di Arafah itu dinamakan pohon mimba. Selain daunnya berkhasiat untuk mengobati diare, pohon ini juga sangat tahan hidup di daerah tandus, bahkan dalam suhu udara yang panasnya ekstrem.

Ada yang menyebut nama pohon soekarno itu berjenis mindi. Maklum, pohon mindi dan mimba memang berasal dari rumpun yang sejenis.

Dulu ada dua gagasan besar Presiden Soekarno di Arab Saudi waktu itu, yaitu penanaman pohon di Arafah dan pembuatan tiga jalur tempat sa’i, lari-lari kecil bolak-balik tujuh kali dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya. Agaknya, gagasan itu direspons Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Karenanya, kini tempat sa’i antara Bukit Safa dan Marwa terbagi menjadi tiga jalur.

Jalur pertama adalah dari Bukit Safa ke Bukit Marwa. Jalur kedua adalah dari Bukit Marwa ke bukit Safa. Jalur ketiga berada di tengah-tengah antara jalur pertama dan kedua yang diperuntukkan bagi orang-orang yang sudah uzur atau cacat fisik dengan menggunakan kursi roda.

Kini, pada musim haji seperti sekarang, di bawah pohon-pohon Soekarno biasanya dipasang tenda-tenda untuk pneginapan sementara para jemaah di Arafah. Tenda-tenda tersebut dipersiapkan menjelang wukuf yang dimulai pada 9 Dzulhijjah setelah salat Zuhur. Puncak acara wukuf dipusatkan di Masjid Namirah yang terletak tepat di tengah-tengah Padang Arafah.

Selain di Arafah, kabarnya pohon Soekarno juga ditanam di beberapa area lain seperti di halaman Museum Kabah, di sekitar Masjid Aisyiah, Tan’im dan di sepanjang jalan kota Mekah. Di area-area tersebut pohon Soekarno dipangkas berbentuk bulat, meruncing, atau bentuk-bentuk cantik lainnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment

News Feed