oleh

Kisah Cinta Dr. Mads Gilbert di Gaza

10559835_741871569192698_8129582366139423242_nSatu Islam, Gaza – Siapakah dr. Mads Gilbert? Dia satu di antara sekian banyak relawan medis yang tinggal di Gaza. Tapi yang menarik di sini adalah kesediaan dokter asal Norwegia ini untuk membantu penduduk Gaza dengan hati dan perasaan, bukan sekadar dengan tangan dan organ.

Mads Gilbert lama menetap di Gaza, tepatnya sejak awal 2001-an. Sejak serangan brutal rezim Israel 8 Juli 2014 silam, Gilbert telah merawat ratusan pasien, termasuk anak-anak.

Menurutnya, nyaris seluruh rumah sakit di Gaza beroperasi tanpa aliran listrik, air bersih dan peralatan medis yang layak. Lalu, dia menambahkan: “Sebagai dokter medis, himbauan saya adalah jangan kirim perban, jarum suntik, tim medis dan peralatan medis lain. Hal medis paling penting saat ini yang bisa Anda lakukan adalah menekan Israel menghentikan pengeboman dan membuka blokade atas Gaza.”

Baru-baru ini, Gilbert mengirim laporan ke PBB ihwal sektor kesehatan di Gaza. Tulisnya: “Di manakah etika Amerika yang memberi imunitas pada Israel untuk menghukum seluruh populasi Gaza?!”

Memasuki hari ke 11 dari serangan brutal ini, lebih dari 270 nyawa melayang. Sekitar 36 anak dan 24 wanita pun ikut jadi korban. Di antara 1.232 korban luka-luka, terdapat 346 anak-anak dan 256 wanita.

Nah, mungkinkah kita kini percaya bahwa Israel sedang menyasar target-target militer di Gaza? Jawabannya, seperti kata dr. Gilbert, “Jelas tidak!”(Berita Protes)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed