oleh

Khawatir Kelompok Radikal, Kongo Larang Burqa

Republi
Republi

Satu Islam, Kinshasa РRepublik Kongo berencana menerapkan larangan penggunaan cadar hingga menutupi seluruh wajah. upaya ini dilakukan untuk pencegahan aksi kekerasan berbasis ekstrimisme agama.

El Hadji Djibril Bopaka, presiden Dewan Tinggi Islam di negara itu, membuat pengumuman tepat pada Sabtu 2 Mei 2015, seperti yang dilansir dari laman The Independent UK.

Umat Muslim adalah kelompok minoritas di negara yang terletak di Afrika Tengah dan berbatasan dengan Gabon, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo dan Angola, eksklave dari Cabinda.

Pemimpin Dewan Islam mengatakan bahwa sekitar 80.000 penduduk Muslim di negaranya bereaksi positif menanggapi berita ini.Dia menambahkan bahwa pemerintahnya akan mencegah warga asing tidur di masjid, dalam rangka mendorong para pengungsi agar melapor kepada polisi.

Republik Kongo mayoritas penduduknya berkeyakinan Kristen dengan hanya 10 persen Muslim terdaftar, sisanya mengikuti kepercayaan animisme.Tidak seperti negara tetangganya, Kamerun atau Republik Afrika Tengah, negara ini belum dilanda konflik berbasis kekerasan atas nama agama.(Independent UK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed