oleh

Keluarga Tan Malaka Hanya Mengambil Gelar, Bukan Menjemput Jasad

Makam Tan Malaka di Selopanggung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur – Foto: Kompas

Satu Islam, Kediri – Keluarga Tan Malaka dari Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, akan melangsungkan prosesi penobatan gelar adat kepada penerusnya, sekaligus menjemput gelar pahlawan nasional Ibrahim Datuk Tan Malaka, Selasa 21 Februari 2014.

Prosesi ini juga  bertepatan dengan  peringatan 68 tahun meninggalnya tokoh pahlawan nasional Tan Malaka. Tim delegasi penjemputan gelar pahlawan nasional asal Kabupaten Lima Puluh Kota pun telah tiba di Kediri.

Rombongan berjumlah 150 orang lebih ini, akan menggelar upacara adat di lokasi makam umum berada di Desa Selopanggung Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Yaitu dengan pengambilan segenggam tanah dari makam kemudian dibawa pulang ke tanah kelahirannya di Pandamgadang, Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota.

“Kehadiran kami untuk menjemput gelar, bukan mengambil jenasah seperti isu yang berkembang,” jelas Ferizal, Wakil Bupati Lima Puluh Kota. Pemindahan jasad Tan Malaka dilakukan hari ini secara simbolis.

Ketua Tan Malaka Institute, Yudilfan Habib mengatakan, Prosesi itu merupakan penyempurnaan penobatan yang sempat tertunda puluhan tahun. Yaitu semenjak menghilangnya Ibrahim selaku penyandang gelar Sako Datuk Tan Malaka pada tahun 1942 hingga ditemukan pusaranya pada 2007 silam di Kediri.

“Datuk Tan Malaka yang baru, akan mengambil segenggam tanah, sebagai simbolik membawa jasad Ibrahim Untuk kemudian dimakamkan di tanah kelahirannya, Nagari Pandam Gadang,” ujar Yudilfan.

Dalam ketentuan adat Minang, Yudilfan menuturkan, peralihan gelar dapat dilakukan secara langsung oleh pemangku gelar kepada penerusnya melalui jalur musyawarah atau cara yang kedua yaitu mati bertingkat budi.

“Ibrahim selaku penyandang gelar, sejak 1942 raib tak tahu rimbanya,” lanjutnya.

Sehingga setelah ditemukan makamnya itu, pihak keluarga menyempurnakan penobatan gelar dengan sebutan Taputiang Tanah Tasirah, penobatan yang dilakukan di hadapan makam Ibrahim Datuk Tan Malaka.

Simbolisasi itu akan diawali dengan prosesi penobatan gelar Raja Adat Bungo Setangkai, Kekerasan Suliki, Liak Limopuluah di hadapan makam Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka. Prosesi penobatan akan dipimpin langsung oleh pemangku adat yang datang dari Kabupaten Lima Puluh Kota beserta ahli warisnya.

Terkait rencana digelarnya penjemputan gelar Datuk Tan Malaka, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Plt. Kominfo, Krisna Setiawan menjelaskan bahwa pihaknya menyambut baik atas rencana baik ini. Selanjutnya sesuai jadwal, Wakil Bupati Kabupaten Kediri, H. Masykuri akan menyambut rombongan Pemkab dan keluarga Datuk Ibrahim, di lokasi pintu masuk pemakaman umum.

“Berdasarkan surat yang kami terima, bapak wakil bupati akan menyambut kedatangan perwakilan Pemkab 50 Kota beserta rombongan keluarga Datuk Ibrahim. Selanjutnya kami persilahkan untuk menggelar upacara adat di lokasi makam,” jelas Krisna.

Terkait isu pengambilan jenazah, pihak Pemkab Kediri menyatakan itu hanyalah isu yang dihembuskan pihak tertentu. Dijelaskan Krisna, bahwa pihak juga telah melakukan pertemuan dan koordinasi dengan Kementerian Sosial menyikapi keberadaan makam Datuk Tan Malaka dikabarkan berada di Makam Selopanggung.

“Kebenaran atas jasad merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui kementrian sosial. Kami selaku pemerintah daerah sebatas menjaga hubungan baik dan menyambut kedatangan Pemkab 50 Kota bersama rombongan,” jelasnya.

Lokasi yang disebut makam Tan Malaka itu ada di pemakaman umum Desa Selopanggung. Tempatnya berada cukup terpencil di kawasan kaki Gunung Wilis. Posisinya berjarak sekitar 15 kilometer arah barat daya dari pusat Kota Kediri.

Sebelumnya, rencana pemindahan jasad Tan Malaka dari Kediri itu memantik penolakan dari sebagian masyarakat Kediri, terutama warga Selopanggung dan aktivis setempat. Mereka berupaya mempertahankan keberadaannya di Kediri dengan alasan Tan Malaka sebagai inspirasi perjuangan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed