oleh

Kelompok Teroris Diduga Gunakan Senjata Kimia di Hama-Suriah, Bukti Kerjasama ISIS dan Barat

Kelompok pemberontak jihadis telah meluncurkan beberapa roket dan peluru artileri ke arah kota Raseef dan Aziziyah yang dikuasai pemerintah Suriah pada Jum’at malam (23/3).

Menurut sumber militer yang dekat dengan tempat kejadian, lebih dari 20 orang dirawat di rumah sakit setelah proyektil menghantam lingkungan sipil.

Sumber itu mengatakan Rumah Sakit Suqaylabiyeh melaporkan bahwa sebagian besar korban menderita sesak napas setelah salah satu proyektil jihadis mendarat di tempat mereka.

Dia menambahkan bahwa militer Suriah percaya senjata kimia digunakan oleh para pemberontak jihadis selama serangan malam ini.

Serangan kimia ini adalah bukti keterlibatan Barat dalam konflik yang terjadi di Suriah.

Media pemerintah Suriah, SANA melaporkan pada Sabtu (23/3), mengutip laporan dari pihak rumah sakit di Hama bahwa 21 orang yang terkena serangan mengalami sesak nafas akibat gas beracun.

“Yah ISIS (Daesh) berada kantong terakhirnya di Suriah. Jadi di satu sisi, ini adalah tindakan putus asa untuk menyerang pemerintah Suriah dan warga sipil Suriah yang berada di bawah kendali tentara dan pemerintah Suriah. Tetapi juga, saya pikir itu mungkin adalah bukti keterlibatan Amerika, Inggris dan Perancis, dan menuduh bahwa pemerintah Suriah yang menggunakan gas kimia, “kata seorang pengacara internasional, Edward Corrigan, dalam komentarnya kepada Press TV pada hari Minggu.

Kantor berita pemerintah SANA mengatakan bahwa serangan itu terjadi di desa al-Rasif di pedesaan sebelah utara Hama.

Dalam beberapa tahun terakhir, militan telah meluncurkan puluhan serangan kimia di Suriah. Damaskus telah meminta PBB untuk mengambil tindakan. [LI]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed