oleh

Jokowi Dukung Kemerdekaan Palestina, Tim Prabowo Sebut Israel Juga Perlu Merdeka

10464293_733129806733541_1038924473604234162_nSatu Islam, Jakarta – Konflik antara Palestina dengan Israel kembali memanas. Awal Juli 2014, Israel kembali menggelar serangan udara dan mengebom 34 bangunan yang diduga milik pejuang Hamas di Jalur gaza.

Sebelumnya, Minggu, 29 Juni 2014, pejuang Hamas melontarkan roket ke wilayah Israel. Konflik terbaru dipicu penculikan dan pembunuhan 3 remaja Israel.

Tentara Israel kemudian meledakkan rumah tersangka penculikan dan pembunuhan Abu Aisya dan Marwan Kawasme yang berasal dari Hebron Tepi Barat.

Namun, pernyataan mengejutkan datang dari tim pemenangan Prabowo-Hatta terkait dengan pertentangan kedua negara itu. Terkait hal ini, tim sukses nomor urut 1 ini memaparkan sikap politik Prabowo jika sebagai Presiden.

Hal itu trungkap saat sebagaimana yang dilaporkan Detik TV, 1 Juli 2014. Tantowi Yahya dari tim sukses pasangan Prabowo-Hatta berpandangan tetap mendukung kemerdekaan Palestina merdeka, tapi dengan konsep two state solution.

Tantowi menawarkan, tanah yang sekarang diperebutkan itu harus berdiri dengan dua negara merdeka yang hidup berdampingan dengan saling menghormati.

Ia beralasan, jika one state solution (satu negara sebagai jalan keluarnya) dengan memaksakan Palestina sebagai satu negara di tanah Israel, akan berujung pada perang.

“Tapi kalo dua negara hidup berdampingan di satu tanah terus dengan bagian-bagian yang adil , trus ada satu negara yang bisa mengawasi proses itu, salah satunya Indonesia. Itu akan terjadi perdamaian, ujar Tantowi beralasan.

Sebelumnya capres nomor urut 2, Jokowi, sudah menyampaikan sikap politiknya terkait kemerdekaan Palestina. Debat capres hari Minggu, 22 Juni 2014 lalu, Joko Widodo mengaku berpegang pada prinsip mendukung kebijakan Palestina merdeka dan masuk ke dalam Perserikatan bangsa-bangsa.

Sikap politik Jokowi terkait kemerdekaan Palestina dengan konsep one state solution ini diamini Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK Marwan Jafar. Marwan menegaskan, pernyataan Jokowi dalam mendukung penuh kemerdekaan Palestina adalah sebagai komitmen pemimpin yang memahami sejarah.

“Alasan Jokowi mendukung kemerdekaan Palestina, karena bangsa tersebut memiliki tanah air, sejarah dan nenek moyang yang berbeda dengan bangsa lain, sehingga berhak merdeka,” kata Marwan, di Jakarta, Minggu 29 Juni 2014.

Selain itu, lanjutnya, pandangan dan sikap Jokowi sejalan dengan amanah pembukaan UUD 1945, bahwa kemerdekaan adalah hak setiap bangsa dan menolak segala bentuk penjajahan setiap bangsa atas bangsa lain.

Oleh karenanya, lanjut Marwan, sikap Jokowi mencerminkan pemimpin yang memahami konstitusi sekaligus keberpihakan pada bangsa Palestina untuk didukung merdeka.

“Jokowi lebih paham sejarah dan konstitusi dibanding capres lain. Solusi yang dikedepankan pun menggunakan cara-cara diplomatis dan manusiawi,” tegas Marwan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed