oleh

Jokowi Ajak Anggota OKI Berantas Radikalisme

309379_presiden-joko-widodo-dan-raja-yordania-abdullah-ii_663_382
Presiden Joko Widodo dan Raja Yordania Abdullah II – Foto: Antara

Satu Islam, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi memprakarsai pertemuan negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Jakarta Convention Center (JCC) sore ini, berbarengan diadakan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, ada tiga persoalan yang dibahas dalam pertemuannya dengan negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI).

“Pertama mengenai masalah Palestina, kedua terorisme dan radikalisme. Ketiga konflik yang ada di negara dan antarnegara,” kata Jokowi, dalam konferensi pers di Jakarta Convention Center, Rabu, 22 April 2015.

Pertemuan yang dilakukan di sela acara peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) itu juga menyepakati bahwa negara-negara OKI memberi dukungan penuh, untuk penyelesaian masalah melalui langkah-langkah yang konkret.

Jokowi menambahkan, para kepala negara OKI setuju membuat “contact group,” yang akan berfungsi sebagai bangunan kerangka strategi dan komunikasi, untuk menindaklanjuti setiap pertemuan.

‎”Dan kami mengusulkan ada dibuat task force atau kontak group, yang di situ nanti akan membuat sebuah bangunan, kerangka strategi, kerangka komunikasi, dan bangunan cara-cara menindaklanjuti dari setiap pertemuan-pertemuan yang ada,” kata Jokowi.

Jokowi‎ menjelaskan, saat dimintai pendapat oleh anggota OKI dalam pertemuan itu, tidak banyak perdebatan yang muncul, karena para anggota langsung menyetujui.

‎”Negara-negara Islam yang tergabung memberikan dukungan penuh, agar masalah-masalah yang ada segera bisa diselesaikan secara konkret, melalui step-step yang konkret. Kira-kira itu,” tegas dia.

Dalam pidato pembukaan Asian African Summit, Jokowi juga berharap para pemimpin dunia atau kepala negara-negara Asia-Afrika mendukung perwujudan kemerdekaan Palestina.

Kemerdekaan Palestina merupakan salah bentuk penciptaan perdamaian dunia, yang sesuai dengan semangat Bandung yang dilahirkan dalam KAA ke-60 tahun silam.

Tidak hanya itu, Jokowi juga mengajak para pejabat negara, untuk serius memerangi kelompok-kelompok radikalisme. Karena kelompok tersebut dapat merusak kedaulatan negara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed