oleh

Jika AS Nekat Menyerang, Iran Janji Ladeni Kobaran Perang dari Mediterania hingga Samudra Hindia

Iran berjanji akan membalas keras terhadap potensi serangan Amerika Serikat (AS), setelah Washington dan Riyadh menuduh Teheran menyerang kilang minyak Arab Saudi secara besar-besaran.

“Jika orang Amerika memikirkan plot apa pun, negara Iran akan merespons dari Laut Mediterania ke Laut Merah dan hingga Samudra Hindia,” kata penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei , Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi, pada hari Jumat (20/9/2019), seperti dikutip Russia Today.

Jenderal Safavi adalah mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Dia memperingatkan bahwa Presiden AS Donald Trump akan berbagi nasib dengan presiden Amerika sebelumnya, yang gagal memaksakan kehendak politik mereka pada bangsa Iran.

Ketegangan telah memanas antara Washington dan Teheran, setelah puluhan pesawat nirawak bersenjata dan rudal jelajah menghantam dua kilang minyak Saudi Aramco pada Sabtu pekan lalu. Serangan itu melumpuhkan setengah dari kapasitas produksi minyak Kerajaan Saudi.

Iran membantah terlibat serangan dua kilang minyak Saudi di Abqaiq dan Khurais. Sedangkan kelompok pemberontak Houthi Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mengancam akan melakukan serangan serupa lebih banyak.

Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan serangan itu sama dengan tindakan perang oleh Iran. Komentar itu memicu para pejabat di Teheran memperbarui janji mereka untuk membalas dengan kekuatan penuh jika diserang oleh AS.

Pompeo kemudian melunakkan retorika perangnya dengan mengatakan bahwa Washington ingin membangun koalisi internasional yang bertujuan mencapai resolusi perdamaian dengan Iran.

Safavi, menolak upaya AS untuk resolusi perdamaian dengan Iran. Menurutnya, itu hanya upaya untuk menipu orang-orang di kawasan dan dunia.

Ketegangan antara Teheran dan Washington terus meningkat di tengah klaim Amerika Serikat (AS) menuding keterlibatan Iran dalam serangan pekan lalu terhadap kilang minyak Arab Saudi.

Setiap rencana AS melawan Iran akan menemui pembalasan. Hal itu dikatakan oleh seorang komandan utama Garda Revolusi Iran (IRGC) Mayjen Yahya Rahim Safavi.

“Jika orang Amerika memikirkan plot apa pun, negara Iran akan merespons dari Mediterania, ke Laut Merah dan ke Samudera Hindia,” kata Safavi seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (20/9/2019).

Menurut Safavi, setiap tindakan anti Iran akan mengubah wilayah Timur Tengah. Ia lantas menggarisbawahi bahwa kebijakan Teheran bertujuan untuk menciptakan perdamaian dan keamanan yang abadi di wilayah tersebut.

Sabtu lalu, dua pabrik minyak Aramco milik Arab Saudi menjadi sasaran serangan drone, mengakibatkan kebakaran pada fasilitas tersebut dan melumpuhkan produksi minyak mentah harian negara itu. Kelompok Houthi Yaman segera mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Meskipun demikian, AS dan Arab Saudi menyalahkan Iran atas insiden tersebut.

Teheran menolak keras dugaan keterlibatannya dalam serangan terhadap kilang minyak Saudi. Teheran menyebut tuduhan itu tidak dapat diterima dan sepenuhnya tidak berdasar.

[SINDO]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed