oleh

Jet Tempur F-35 Israel Gempur Aset Militer Iran di Irak

Israel dilaporkan menggunakan pesawat jet tempur siluman F-35 untuk melakukan serangan dua kali di Irak dengan target posisi atau aset militer Iran. Serangan pertama pada 19 Juli dan yang terbaru pada hari Minggu lalu.

Surat kabar Arab Saudi yang berasis di London, Al Sharq Al Awsat, pada Selasa (30/7/2019), mengungkap serangan pesawat siluman buatan Lockheed Martin Amerika Serikat (AS) di Irak.

Dua pangkalan militer Irak yang digempur dioperasikan oleh pasukan dan proksi Iran. Kedua pangkalan itu juag diduga menyimpan rudal balistik Teheran.

Serangan pada 19 Juli terjadi di sebuah pangkalan militer di Amreli, provinsi Saladin, Irak. Sumber-sumber Irak dan Iran saat itu menyalahkan Israel. “Sumber-sumber diplomatik membenarkan hal ini, menyatakan bahwa serangan itu dilakukan oleh F-35 Israel,” tulis koran Saudi tersebut.

Al-Arabiya melaporkan bahwa rudal balistik buatan Iran diangkut dengan truk yang memuat makanan berpendingin ke pangkalan sesaat sebelum serangan terjadi. Identitas pesawat yang melakukan serangan saat itu belum diidentifikasi dan Amerika Serikat membantah terlibat.

Anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dan anggota Hizbullah terbunuh dalam serangan udara tersebut. Namun, al-Hashd ash-Sha’abi (Pasukan Mobilisasi Populer-PMF) yang didukung Iran, seperti dikutip kantor berita Fars, membantah bahwa ada orang Iran yang terbunuh dalam serangan tersebut.

Seorang sumber dari IRGC mengatakan kepada surat kabar Kuwait, Al Jarida, bahwa penyelidikan awal menunjukkan bahwa Israel berada di balik serangan itu. Sebuah pesawat tak berawak Israel diluncurkan dari pangkalan AS di Suriah menyerang pangkalan yang menyimpan rudal jarak pendek dan menengah tersebut.

IRGC membuat kesimpulan ini karena jenis rudal yang menghantam pangkalan sama dengan yang digunakan oleh Angkatan Udara Israel dalam serangan ke Suriah.

Sedangkan serangan kedua F-35 Israel terjadi pada hari Minggu di sebuah pangkalan militer di Ashraf, timur laut Baghdad. Menurut Al Jarida, serangan itu menargetkan para penasihat Iran yang hadir di pangkalan itu dan pasokan rudal balistik yang telah tiba sesaat sebelumnya dari Iran.

Pemerintah maupun militer Israel belum mengomentari dua serangan dengan F-35 di Irak. Jika dikonfirmasi, maka serangan-serangan itu akan menjadi yang pertama kali sejak pemboman militer Zionis terhadap reaktor nuklir Osirak, Irak, tahun 1981. (SINDO)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed