oleh

Jerman Tolak Permintaan AS untuk Kirim Pasukan Darat ke Suriah

Jerman pada, mengatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk mengirim pasukan darat ke Suriah, dan menolak permintaan AS agar Jerman meningkatkan keterlibatan militernya di negara Arab itu.
Perwakilan khusus AS untuk Suriah James Jeffrey kepada media Jerman, termasuk surat kabar Die Welt, pada Ahad, 07/07/19, mengatakan, Washington berharap Berlin meletakkan sepatu bot di tanah di Suriah utara.

Juru bicara pemerintah Jerman Steffen Seibert mengatakan: “Ketika saya mengatakan bahwa pemerintah bermaksud untuk melanjutkan langkah-langkah yang sedang berlangsung dalam kerangka koalisi anti-Daesh (ISIS), maka itu berarti tidak ada pasukan darat”, katanya.

Jeffrey, yang mengunjungi Berlin untuk mengadakan pembicaraan Suriah, menambahkan bahwa ia mengharapkan jawaban bulan ini.

Mandat untuk partisipasi Jerman di Suriah berakhir pada 31 Oktober, yang berarti parlemen jerman akan dipanggil untuk memutuskan apa yang harus dilakukan setelah tanggal tersebut.

Berlin sekarang dalam pembicaraan dengan AS tentang “bagaimana keterlibatan mereka” untuk dikembangkan lebih lanjut,” kata Seibert.

Mitra koalisi junior Kanselir Angela Merkel, SPD sosialis, Partai Hijau, Demokrat Bebas dan Partai Kiri semuanya mendesak pemimpin veteran itu untuk menolak permintaan AS.

Tujuan utama Washington di timur laut Suriah adalah untuk mendukung militan Kurdi atas apa yang disebutnya meningkatnya ancaman Turki, tetapi banyak pengamat percaya AS sedang berusaha membuat undang-undang terpisah di wilayah tersebut dan memecah belah negara Arab itu.

AS berharap Eropa akan membantunya dan menekan Inggris, Prancis, dan sekarang Jerman, yang sejauh ini telah mengerahkan pesawat pengintai dan dukungan militer non-tempur lainnya di Suriah.

Namun sejarah Jerman membuat pengeluaran militer dan petualangan asing menjadi kontroversial.

Berlin pernah mengirim tentara dalam perang di luar negeri untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II pada 1995 ke Kroasia selama perang Bosnia, dan banyak dari spektrum politik dan publik mencurigai penyebaran semacam itu. [IT]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed