oleh

Jalaluddin Rakhmat: Islam Madani Diinspirasi dari Pemikiran Rousseau

jalaluddin-rakhmat-islam-madani-640x420
Dr Jalaluddin Rakhmat

Satu Islam, Jakarta – Dr Jalaluddin Rakhmat atau Kang Jalal menceritakan dimunculkannya Islam Madani diinspirasi dari pemikiran Jean Jaques Rousseau yang membagi hubungan agama dengan nasionalisme menjadi dua pandangan.

Menurut Kang Jalal, mengutip pandangan Rousseau, hubungan antara agama dan nasionalisme dalam sejarah dunia secara sederhana bisa mengambil dua pola.

“Pertama, agama versus nasionalisme dan pola yang kedua, agama mendukung nasionalisme,” tutur Kang Jalal dalam diskusi “Islam Madani dan Islam Nusantara; Corak Islam Indonesia” di Aula Kompleks Rujab Anggota DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan. Kamis, tanggal 26 November 2015.

Pola pertama, lanjut Kang Jalal, kelompok ini dalam pandangannya menolak pluralisme. Karena menolak pluralisme, akan melahirkan perilaku intoleran, bukan saja pada agama yang lain (eksternal), tetapi juga pada sesama penganut agama itu sendiri (internal). Pola ini akan melahirkan fundamentalisme dan untuk selanjutnya radikalisme.

Pola kedua, kelompok ini dalam pandagannya menerima pluralisme. Karena menerima pluralisme, akan melahirkan semangat persatuan dan nilai gotong royong. Dirinya menegaskan, Islam Madani (IM) itu mendukung Nation State.

“Ciri-ciri Islam madani antara lain, pluralis, pandangan setereologis : semua masuk surga dengan catatan melakukan amal baik, fokus pada kemanusiaan, mengajarkan nilai-nilai moral universal dan hubungannya dengan negara adalah mendukung nation state,” tegasnya

Menurut Rousseau, lanjutnya, pada penganut pola yang pertama, kesetiaan seseorang kepada agama akan mengalahkan kesetiaan kepada negara/bangsa. Yang muncul kemudian akan timbul pemberontakan yang berdasarkan agama untuk menentang kesepakatan bersama sebagai pilar berdirinya negara,

“Dalam contoh Indonesia, pada kelompok fundamentalis atau radikal, mereka akan berjuang untuk menegakkan Islam dan menghilangkan Pancasila. Pada contoh Timur Tengah, Islamic States (ISIS) akan menghilangkan batas-batas bangsa,” tuturnya.

Kang Jalal melanjutkan, Rousseau menginginkan terbentuknya la religion civile, agama madani, yang menjadikan kesetiaan kepada bangsa (nasionalisme) dan negara (patriotisme) sebagai bagian dari ajaran agama.

Berjuang untuk kesejahteraan dan perlindungan bangsa bagian dari nilai universal yang mempersatukan berbagai agama. Dengan demikian, orang merasa bahwa membela agama sekaligus membela bangsa. “setia pada negara berarti setia pada Negara” tuturnya.

Pada acara itu juga Jalaluddin Rakhmat mengungkapkan kesannya bertemu dengan dengan almarhum Gus Dur. Pertemuannya dengan Gus Dur terjadi saat masih menjadi pengikut Amin Rais di masa reformasi. “Gus Dur adalah marja (tokoh rujukan) politik saya waktu itu” kata kang Jalal.

“Setelah itu saya diajak oleh Gus Dur ke Pesantren-Pesantren. Dan Gus Dur lah yang mengajak saya pertama kali ke Iran. Konon Gus Dur bermimpi bahwa saya bersama beliau ke Qum Iran,” kenangnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment

News Feed