oleh

Israel Tawarkan Bantuan ke Negara Arab Moderat Untuk Perangi ISIS

000_Par7916504
Foto : AFP

 

Satu Islam, Paris – Israel menawarkan bantuan kepada negara-negara Arab moderat yang terancam serangan kilat jihadis Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Sham atau ISIS). Tawaran itu disampaikan Israel kepada petinggi negara-negara Arab moderat saat bertemu menlu AS John Kerry.

Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengatakan kepada Kerry dalam sebuah pertemuan di Paris bahwa “ekstremis yang saat ini beroperasi di Irak berupaya menantang stabilitas di seluruh kawasan Teluk Persia, yang pertama kali adalah Kuwait,” ujar pernyataan dari kantornya.

“Israel bisa memberikan bantuan efektif dan dapat diandalkan kepada negara-negara Arab moderat yang berurusan dengan ekstremis,” tambahnya, tanpa merinci secara spesifik.

Hanya beberapa hari setelah mengunjungi Irak, Kerry mengatakan akan sangat “penting bahwa negara-negara di kawasan tersebut bersatu melawan ancaman itu,” kata pejabat senior AS.

Jihadis ISIS menguasai sebagian besar wilayah di Irak utara dalam sebuah serangan kilat yang berisiko dapat menghancurkan negara itu.

Kerry sedang menggelar serangkaian pertemuan bersama sekutu-sekutu dari Timur Tengah di Paris guna membahas krisis Irak setelah mengunjungi Baghdad dan Arbil untuk menekan para pemimpin Irak untuk bersatu melawan bahaya dari ISIS.

Ketika ditanya tentang tawaran Lieberman, seorang pejabat negara Arab mengatakan bahwa itu  tidak secara spesifik terkait dengan ancaman ISIS yang sedang mengemuka saat ini.

“Usulan Lieberman itu, dalam konteks ancaman ISIS atas semua negara Arab yang hendak ingin dicaplok oleh  ekstrimis itu,” ujar sang pejabat mengutip dari Midle East Eye.

Lieberman beralasan kepentingan Israel konvergen dengan negara-negara Arab moderat dimana kedua belah pihak saat ini sama-sama menghadapi ancaman.Ancaman yang yang dimaksud oleh Lieberman adalah Iran, Irak, Al-Qaeda, serta kelompok yang berkonflik di Suriah.

“Hari ini, ada dasar bagi terciptanya struktur diplomatik-politik baru di Timur Tengah,” kata Kemenlu Israel dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah Iran menawarkan dukungan bagi pemerintahan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki melawan maju teroris.

Sementara itu, pada hari Kamis, 26 Juni 2014 Israel mengatakan kepada AS bahwa kemerdekaan Kurdi dari  Irak telah menjadi  kesimpulan yang layak didahulukan, mengingat sebagian wilayah Irak yang telah menjadi daerah otonom dan demokrasi merupakan pensuplai minyak ke Israel.

“Persoalan Irak harus diputuskan di depan mata kita dan bahwa pembentukan negara Kurdi merdeka adalah kepastian,” kata juru bicara Lieberman mengutip pernyataan Kerry.

Seorang ahli Israel berharap Tel Aviv harus cepat mengakui negara Kurdi untuk masa mendatang, mengingat hubungan Kurdi dengan Israel diperkirakan telah dalam hal militer, intelijen dan hubungan bisnis berlangsung sejak tahun 1960-an.

Saat bertemu dengan Presiden AS Barack Obama pada hari Rabu, Presiden Israel Shimon Peres memuji langkah Kurdi.

“Secara de facto Kurdi telah memiliki negara sendiri yang demokratis. Salah satu tanda-tanda demokrasi adalah pemberian kesetaraan bagi perempuan,” kata Peres.

Sementara itu, pemimpin wilayah otonomi Kurdi Irak siap mengerahkan semua pasukannya di wilayah otoritasnya untuk mengontrol kota Kirkuk.

Jika diperlukan, “kami akan membawa semua kekuatan kami untuk mengamankan Kirkuk,” kata Massud Barzani, pemimpin Kurdi, saat berkunjung ke kota kaya minyak yang diperebutkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed