oleh

IRGC: AS akan Kehilangan Keamanan di Asia Barat

Komandan IRGC Muhammad Ali Jafari pada Ahad, 06/04/19, memperingtakan AS yang menunjuk Pasukan Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris. Dikatakannya, militer AS akan kehilangan semua keamanan yang dinikmatinya selama ini di Asia barat.

“Dengan kebodohan ini, tentara Amerika dan pasukan keamanan tidak lagi tenang hari ini di kawasan Asia Barat,” kata Jafari seperti dikutip oleh kantor berita Fars.

Didirikan setelah Revolusi Islam 1979 untuk melindungi Iran, IRGC adalah organisasi keamanan paling kuat di negara itu.

Kelompok itu, yang merupakan cabang dari angkatan bersenjata Iran, memainkan peran utama dalam mempertahankan negara itu dala perang yang dipaksakan antara Iran-Irak pada 1980-1988.

Selama empat dekade terakhir, IRGC berhasil menggagalkan konspirasi yang ditetaskan oleh musuh melawan Republik Islam.

Korps, yang memiliki sekitar 125.000 personel militer dan mendapat dukungan publik yang semakin besar, juga secara aktif bekerja sama dalam berbagai proyek konstruksi, infrastruktur, dan bantuan.

Pada 2007, Departemen Keuangan AS menunjuk Pasukan Quds IRGC sebagai teroris. Unit yang dikomandoi oleh jenderal Qassem Soleimani ini bertanggung jawab atas operasi militer di luar negeri.

Pasukan Quds menjadi pusat kampanye anti-teror Iran, termasuk bantuannya kepada Irak dan Suriah untuk mengalahkan ISIS dan kelompok-kelompok teroris lainnya.

Banyak pengamat percaya bahwa teroris Takfiri melayani agenda AS di wilayah tersebut, yang meliputi negara-negara Muslim yang semakin melemah demi kepentingan rezim pendudukan Israel.

IRGC secara nyata telah membuktikan kekuatan kuat di wilayah dan menjadi inpsirasi bagi kelompok-kelompok milisi populer di wilayah untuk menentang kehadiran militer AS dan pendudukan Israel.

Jenderal Jafari juga memperingatkan tentang dampak penunjukan korps yang mungkin dilakukan Washington, dengan mengatakan langkah itu akan merugikan AS.

Akhor Juli lalu, Jafari mengatakan, seluruh pangkalan-pangkalan AS di wilayah akan merasa tidak aman jika Washington memasukkan IRGC ke daftar hitam atau menjatuhkan sanksi kepada Iran atas program pertahanannya.

“Jika AS berupaya untuk menjatuhkan sanksi terhadap program pertahanan Iran dan IRGC, sebelum itu AS harus memindahkan pangkalan regionalnya 1.000 kilometer dari Iran, dan harus tahu bahwa mereka harus membayar harga tinggi untuk kesalahan perhitungannya,” tegas komandan tertinggi IRGC itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed