oleh

Irak Tegaskan Komitmennya untuk tidak akan pernah Jalin Hubungan dengan Israel

Irak menegaskan komitmennya untuk tidak menjalin hubungan dengan Israel. Irak menyatakan menolak pendudukan Israel atas wilayah Palestina.

“Kami menegaskan kembali bahwa posisi Irak dalam masalah Palestina sama dengan posisi kami yang berprinsip dan historis dalam menolak pendudukan Israel atas tanah Arab,” kata Kementerian Luar Negeri Irak dalam sebuah pernyataan.

“Kami tidak membangun hubungan apa pun dengan negara pendudukan, dan berkomitmen pada prinsip boikot, untuk tidak mengabaikan penolakan semua bentuk normalisasi dengan entitas ini (Israel),” sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Xinhua, Minggu (7/7/2019).

Pernyataan kementerian itu muncul sebagai tanggapan atas video yang beredar di mana Fareed Yasseen, duta besar Irak untuk Amerika Serikat, mengatakan bahwa ada alasan obyektif yang mungkin mengarah pada pengembangan hubungan antara Irak dan Israel.

Setelah pernyataan duta besar itu, komite hubungan luar negeri parlemen Irak meminta Kementerian Luar Negeri untuk memastikan pernyataan karyawan dan perwakilannya dalam misi diplomatik Irak sejalan dengan kebijakan luar negeri pemerintah. Kepala Dinas Intelijen Mossad, Yossi Cohen mengatakan, Israel terus memperbarui hubungan dengan Oman. Dia lalu menuturkan, kantor perwakilan Kementerian Luar Negeri Israel akan dibuka di negara itu.

Negara-negara Arab sudah semakin terang-terangan untuk menjalin hubungan dengan negara Zionis. Menurut Cohen, komunikasi antara Israel dan negara-negara Arab terus dilakukan.

“Baru-baru ini, pembaruan hubungan formal dengan Oman diumumkan dan pembentukan kantor perwakilan Kementerian Luar Negeri di negara itu. Itu hanya ujung yang terlihat dari upaya rahasia yang jauh lebih luas,” kata Cohen, seperti dilansir PressTV pada Selasa (2/7).

Israel sejatinya pernah membuka kantor perwakilan di Oman, tepatnya kantor perdagangan pada 1990-an. Tetapi pada 2000, pemerintah Oman menutupnya setelah pecahnya intifada kedua Palestina.

“Kami belum memiliki perjanjian damai resmi dengan mereka (negara-negara Arab) tetapi sudah ada komunalitas kepentingan, kerja sama luas dan saluran komunikasi terbuka,” ungkapnya.

Pernyataan Cohen ini sendiri datang tidak lama setelah pemerintah Oman mengumumkan mereka akan membuka Kedutaan Besar di Palestina. Ini menjadikan Oman sebagai negara Teluk pertama yang mengumumkan akan membukan kedutaan di Palestina. [SINDO]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed