Home / Internasional / WNI Muslim Korsel Dihimbau Berperan Bangun Peradaban

WNI Muslim Korsel Dihimbau Berperan Bangun Peradaban

5739372_20130815054949Satu Islam, Korsel – Ternyata warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Korea Selatan bukan hanya sebagai pelajar atau pekerja melainkan bertugas mempelajari kemajuan dan budaya-budaya yang bernilai positif agar bisa diterapkan di Indonesia  dalam usaha membangun  peradaban.

Mengutip berita dari tribunnews.com, cendekiawan muslim Indonesia KH Sholahudin Wahid atau akrab dipanggil Gus Solah menyampaikan hal demikian di hadapan pelajar dan pekerja saat Silaturrahim Akbar (Silakbar) dengan Komunitas Muslim Indonesia (KMI) di Korea Selatan, Sabtu 31 Januari 2014 waktu setempat.

Di hadapan tidak kurang dari 2000 warga negara Indonesia Gus Solah berpesan, “Warga muslim Indonesia yang ada di Korea Selatan bukan lagi  semata mewakili dirinya sendiri namun juga merupakan refresentatif dari wajah Negara Indonesia yang mayoritas muslim yang ramah dan cinta damai.”

Melihat keberadaan WNI di Korsel, Gus Solah optimis masa depan umat Islam Indonesia akan berpikiran maju, sejahtera, terdidik, peduli dan bersikap rendah hati. Menurutnya dahulu Korsel seperti Indonesia yang carut marut, namun kini sukses membangun sumber daya manusia dan peradaban.

Gus Solah mengatakan seperti yang sampaikan Direktur Kemitraan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Nana Sudiana,  dalam emailnya kepada Tribunnews, “Namun saat menemukan kunci kemajuan bangsanya, maka dengan waktu yang relatif singkat kini Korea Selatan bergerak menjadi bangsa yang disegani dunia”

Gus Solah menilai ukuran kemajuan suatu bangsa tidak diukur melalui capaian teknologi semata melainkan bangsa yang maju ketika sukses meletakkan pembangunan peradaban sebagai starting pointnya.

“Dan kini tugas itu, mari kita tunaikan dengan baik. Saatnya kita menatap bangsa kita dengan penuh optimisme dan melangkah menuju kemajuan dengan bekal dan kemampuan maksimal yang dimiliki oleh masing-masing kita,” katanya.

Gus Solah mengajak seluruh pekerja lintas profesi bersinergi menciptakan bangsa dan negara Indonesia yang lebih baik,  lebih beradab dan lebih bermartabat, yang kelak bisa memberikan sumbangsihnya bagi dunia.

Acara ini juga mendapatkan dukungan dari lembaga kemanusiaan PKPU. KMI memang telah lama menjadi mitra PKPU. Hubungan sinergi KMI dan PKPU sendiri telah berlangsung cukup lama. Sejak ada Silakbar KMI yang dimulai pada tahun 2007 lalu.

Menurut Nana Sudiana program-program PKPU antara lain pembinaan kegamaan jama’ah mushola atau Masjid, pengadaan ta’lim-ta’lim dan pengiriman da’I untuk membantu memberikan pemahaman dan peningkatan kualitas keagamaan jama’ah mushola atau masjid di Korea Selatan.

“Kami juga menggiatkan program-program kewirausahaan dengan pelatihan, magang, dan jejaring bisnis, termasuk peningkatan kemampuan Bahasa bagi warga muslim Indonesia yang ada di Korea Selatan,” katanya.

PKPU membuka layanan untuk  membantu warga Indonesia di Korea Selatan dalam menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah.

Iwansyah dari  KBRI, mengapresiasi secara positif kegiatan ini sebagai bentuk pembinaan dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia Indonesia selain dari sisi keterampilan dan kemampuan teknis yang selama ini dibuthkan oleh warga Indonesia di Korea Selatan.

Silakbar berlangsung  di Woori Bank Yeonsuwon (Gedung Diklat Woori Bank) Anseong, Korsel. Peserta Silakbar kali ini berjumlah lebih dari 2.000 orang warga Indonesia yang atang dari seluruh penjuru Korea Selatan, terutama dari Kota-Kota bagian Utara dan Tengah Korea Selatan.

Acara diisi dengan acara hadrah atau seni rebana yang berasal dari sejumlah masjid dan mushola yang ada di Korea Selatan. Acara Silakbar kali ini yang bertema “Merajut Manisnya Silaturrahim di Negeri Ginseng. (ET)

 

 

 

About Abu Nisrina

Check Also

Mengenang Kegagalan Operasi Militer Amerika di Iran, 24 April 1980

Satu Islam, Teheran – Pada 24 April 1980, sebuah operasi militer Amerika Serikat untuk menyelamatkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *