Home / Internasional / Terjerat Korupsi, 11 Pangeran Arab Tak Diperlakukan Istimewa

Terjerat Korupsi, 11 Pangeran Arab Tak Diperlakukan Istimewa

Pangeran Alwaleed bin Talal al-Saud,saat menghadiri pertemuan Dewan Konsultatif Shura Saudi di Riyadh, beberapa waktu lalu. Pada Minggu 5 November 2017 Alwaleed ditangkap bersama 10 pangeran lainnya, terkait kasus korupsi. Foto: AP

Satu Islam, Riyadh – Otoritas Arab Saudi menyatakan tidak akan memberikan perlakuan istimewa kepada 11 pangeran dan para pejabat yang ditangkap terkait kasus korupsi, Minggu5 November 2017, seiring tekad negara itu untuk menciptakan era baru transparansi keuangan.

“Para tersangka menerima hak dan perlakuan sama seperti warga Saudi lainnya. Posisi tersangka atau statusnya tidak mempengaruhi penerapan keadilan yang jujur dan kokoh,” kata Jaksa Agung Sheikh Saud bin Abdullah bin Mubarak Al-Mujeb, lewat pernyataannya kemarin.

Komite Anti Korupsi Saudi pimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang baru saja dibentuk, langsung memerintahkan penangkapan mengejutkan atas 11 pangeran, empat menteri, dan belasan mantan menteri.

Penangkapan ini dipandang sebagai langkah putra mahkota muda tersebut untuk mengukuhkan kekuasannya dengan mengurangi para pesaing takhta kerajaan. Sebagai putra yang disukai Raja Salman, Mohammed (32), dalam kurun kurang dari tiga tahun mengawasi hampir setiap aspek utama Arab Saudi seperti ekonomi, pertahanan, keamanan internal, reformasi sosial, dan kebijakan luar negeri.

Salah satu tersangka dari 11 pangeran yang ditangkap adalah miliuner Pangeran Alwaleed bin Talal yang memiliki Kingdom Holding. Alwaleed adalah salah satu orang terkaya di Timur Tengah, bahkan di dunia, sehingga penangkapannya bisa mengguncang dunia keuangan.

Alwaleed bin Talal adalah investor yang menguasai saham di sejumlah perusahaan besar dunia termasuk Twitter, Apple, Citigroup, News Corp milik Rupert Murdoch, Time Warner, serta jaringan hotel dunia Four Seasons, Fairmont, dan Movenpick. Dia juga investor dalam layanan taksi online, Lyft and Careem, yang keduanya adalah kompetitor Uber di Amerika Serikat (AS) dan Timur Tengah.

Media resmi Saudi belum mengumumkan penangkapan tersebut, tapi tersangka lain yang juga ditangkap dilaporkan termasuk putra Raja Abdullah, Pangeran Miteb bin Abdullah yang dicopot dari jabatannya sebagai kepala Garda Nasional tadi malam.

Tuduhan atas para tersangka belum jelas, tapi media Saudi, Al Arabiya, menyatakan komite baru itu sedang menyelidiki tanggapan atas banjir di kota Jeddah yang menewaskan lebih dari 100 orang pada 2009, serta wabah Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) yang kadang kala fatal.

“Kesamaan dari mereka yang ditangkap adalah mereka terlibat dalam skandal publik dan masalah korupsi yang diketahui setiap orang. Mereka adalah poster dari anak-anak korupsi. Pesan yang ingin dikirimkan, ini tidak lagi ditoleransi,” kata seorang peneliti dari Dewan Atlantik Pusat Rafik Hariri untuk Timur Tengah, Mohammed Khalid Alyahya.

Pangeran Alwaleed sering difoto bersama kapal pesiar mewahnya seharga jutaan miliaran dolar seluas 85,65 meter. Dia juga dikenal sebagai salah satu bangsawan Saudi yang paling blak-blakan, termasuk dalam hak-hak perempuan. Dia merupakan pemilik mayoritas Kelompok Rotana yaitu jaringan hiburan terbesar di dunia Arab.

Transparansi Keuangan

Komite super Arab Saudi yang disahkan Sabtu 4 November 2017  untuk melawan korupsi bertekad memberikan kepercayaan kepada para investor, melindungi dana masyarakat, dan menciptakan era baru transparansi keuangan.

Menteri Keuangan Mohammed Al-Jadaan mengatakan komite itu akan mendorong aturan-aturan anti-korupsi sesuai aturan hukum dan standar internasional.Tugas komite adalah mengonsolidasikan pendekatan reformasi yang diadopsi pemerintah untuk mengurangi korupsi dan mengonsolidasi prinsip-prinsip pemerintahan, akuntabilitas, dan keadilan.

“Ini meningkatkan kepercayaan dalam lingkungan bisnis dan investasi di Kerajaan (Saudi), meraih kompetisi yang adil diantara para investor, dan berkontribusi untuk pembangunan sesuai dengan praktik internasional terbaik,” kata Al-Jadaan.

Dia menegaskan Arab Saudi meluncurkan sebuah era baru transparansi, kejelasan, akuntabilitas, dan komitmen kepada warganya dan masyarakat internasional dalam melawan korupsi. Selain itu, Saudi tidak akan menoleransi pelanggaran standar bisnis global atau lokal.

 

About Abu Nisrina

Check Also

Penembakan di Gereja Texas, 26 Tewas

Satu Islam, Texas – Seorang pria melakukan aksi penembakkan di First Baptist Church, sebuah gereja …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *