Home / Internasional / Sistem Pertahanan S-400 yang Dibeli Raja Salman Telah Dimiliki Suriah

Sistem Pertahanan S-400 yang Dibeli Raja Salman Telah Dimiliki Suriah

Satu Islam, Damaskus – Dalam kunjungannya ke Moskow, Raja Salman membeli aneka senjata kelas berat dari Rusia.  Rusia dan Arab Saudi telah menyetujui sejumlah kesepakatan bernilai miliaran dolar. Raja Salman dan Putin  akan menandatangani kesepakatan pembelian senjata senilai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 40,4 triliun pada pertemuan WTO akhir Oktober mendatang.

Perjanjian awal ini adalah tentang Saudi membeli sistem pertahanan udara, yakni rudal S-400 Rusia. Kesepakatan tersebut diumumkan pada Kamis, 5 Oktober 2017, saat Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi tuan rumah bagi Raja Arab Saudi pertama yang mengunjungi Rusia untuk melakukan pembicaraan di Kremlin.

Namun sistem pertahanan S-400 itu telah dimiliki Bashar al-Assad. Pada awal September lalu, militer Suriah mengkonfirmasi bahwa mereka telah memasang sistem pertahanan udara terintegrasi terpadu S-400 Rusia di negara yang dilanda perang tersebut.

Diwartakan oleh nusantaranews.com, tentara Suriah tampaknya telah benar-benar merasakan manfaat besar dari S-400 selama perang berkecamuk melawan pasukan oposisi penentang pemerintah Bashar Al-Assad.

Pemasangan S-400 sendiri memang dikonfirmasi Rusia melalui Kepala Staf dan Wakil Komandan Angkatan Udara Rusia Mayor Jenderal Sergey Meshcheryakov dalam sebuah acara Forum Teknik Militer Internasional.

Seperti diketahui, tentara Rusia all out membantu pasukan Suriah dalam memerangi pasukan oposisi pemerintahan yang bergabung dengan ISIS. Pasukan oposisi sendiri dalam pertempuran disokong Amerika Serikat, tetapi pasukan gabungan Suriah, Rusia dan Iran tampaknya terlalu tangguh untuk dilawan. Dan AS, secara tersirat telah mengakui kekalahannya selama perang Suriah.

Karenanya, akhir September Rusia kembali mengerahkan S-400 ke Suriah yang sekaligus merupakan ebuah langkah yang secara signifikan meningkatkan kemampuan pertahanan udara di kawasan ini. Demikian laporan yang ditulis Janes.

Airbus Defense and Space yang diakuisi Jane menunjukkan S-400 tersebut dipasang di sebuah kompleks pertahanan udara Suriah di daerah pegunungan 13 kilometer barat laut Masyaf.

Lokasi yang sama terlihat di sebuah video Kementerian Pertahanan Rusia yang dirilis pada November 2016 yang menunjukkan dua peluncur Bastion-P yang menembaki rudal Oniks di Suriah.

S-400 yang telah ditempatkan di Pangkalan Udara Humaymim 40 km ke arah barat laut di provinsi Latakia sejak November 2015, baterai kedua terdiri dari empat peluncur erektor transporter (TELs), radar 92N6 dan radar 96L6.

Selain itu, Keberadaan sistem pertahanan udara terpadu ini menjadi ancaman bagi pesawat tempur Israel yang sering masuk ke wilayah Suriah untuk melakukan serangan – bukan menargetkan ISIS – tapi memburu Hizbullah yang dalam perang Suriah menjadi sekutu Suriah dan Rusia.

Dengan kemampuan Suriah untuk mengakses sistem pertahanan terpadu ini, maka Damaskus akan lebih mampu mendeteksi jet tempur Israel, termasuk menembaknya jika memang diperlukan.

About Abu Nisrina

Check Also

Melamun, Netanyahu Tak Akan Izinkan Militer Iran Hadir Permanen di Suriah

Satu Islam, Tel Aviv – Saat bertemu Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, Perdana Menteri Israel, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *