Home / Internasional / Putin: Jika Turki Nekad Memasuki Suriah, Mereka Akan Menghadapi Kami

Putin: Jika Turki Nekad Memasuki Suriah, Mereka Akan Menghadapi Kami

Putin-620x364
Presiden Rusia, Vladimir Putin – Foto: AFP

Satu Islam, Moskow – Presiden Rusia, Vladimir Putin menyampaikan peringatan keras kepada Turki dan Yordania untuk tidak mengerahkan pasukan militer mereka ke Suriah dengan dalih apapun.

Mengutip dari situs milik Kurdi, hawarnews.com, Putin juga mengancam terhadap siapapun untuk tidak ikut campur mendukung pemberontak dalam rangka menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.

“Jika Turki nekad memasuki Suriah, mereka akan menghadapi kami,” ancam Putin.

Sejauh ini Kremlin masih tetap dengan pendiriannya mendukung rezim Bashar al-Assad. Bahkan, kabar terbaru menyatakan, Moskow akan mengerahkan kekuatan militernya ke Suriah untuk membasmi pemberontak dukungan Barat.

“Seperti yang kita lihat, situasi di Suriah berkembang dengan motif yang rumit, yang terutama berhubungan dengan kehadiran teroris internasional,” kata Putin. “Kami paham bahwa situasi seperti ini kesuksesan selalu dibebani oleh beberapa masalah, termasuk tindak militer,” tambah Putin.

Posisi Rusia yang memberi dukungan bagi pemerintahan Suriah dan warga Suriah tak pernah berubah, demikian disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin 29 Juni 2015 dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Suriah Walid Mouallem.

Namun, Putin menegaskan bahwa Rusia akan terus mendukung pemerintah dan warga Suriah dan yakin bahwa pada akhirnya orang-orang Suriah yang akan menang dalam pertempuran ini.

Kemungkinan Rusia mengirimkan militer ke Suriah belum terkonfirmasi secara pasti, namun Putin juga berulang kali memperingatkan Barat agar tidak intervensi militer dalam perang Suriah dalam upaya untuk menggulingkan Bashar al-Assad, sembari mengancam “jika pasukan asing masuk ke Suriah, Moskow akan menghadapinya”.

Mengutip dari Debka Files, Turki dan Yordania telah menyiapkan kemungkinan pengerahan pasukan ke Suriah. Dengan dalih memerangi ISIS agar tidak terjadi luapan pengungsi ke yang menyebaran ke Turki, direncanakan tanggal 30 Juli 2015 nanti, Ankara bersama Yordania menyeberangkan pasukan militernya ke Suriah.

Turki telah menyiapkan 18.000 angkatan daratnya yang akan dikirimkan  ke Suriah. Pasukan sebanyak itu belum skuadron udara yang bakal memperkuat militer Turki.

Sementara itu,  sumber Timur Tengah melaporkan bahwa tentara Yordania juga  siap-siap untuk menyeberang ke Suriah selatan. Yordania dan Israel dilaporkan berencana penutup wilayah udara secara bersama dan zona larangan terbang.

Sumber-sumber Barat dan Timur Tengah melaporkan bahwa Yordania  bekerjasama dengan pemberontak dalam rangka operasi militer gabungan untuk menggulngkan rezim Assad. Sejauh ini pemberontak Suriah telah bercokol di Suriah selatan, dari Jabal Druze hingga Suwayda. Pemberontak juga menguasai kota Deraa sampai persimpangan perbatasan Yordania-Suriah-Israel.

About Abu Nisrina

Check Also

Hizbullah Tuding Arab Saudi yang Paksa PM Lebanon Mundur

Satu Islam, Beirut – Pimpinan kelompok perlawanan Lebanon, Hizbullah, menuding Arab Saudi memaksa perdana menteri …

3 comments

  1. Menuju perang dunia ke-3.

  2. Beradap nggak orang ini?.

  3. Daulah islamiyah, Baqiyah, Bi’idznillah. Allahu Akbar!!.
    http://transparan.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *